<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856</id><updated>2011-08-20T06:51:36.595-07:00</updated><title type='text'>Majelis Alumni Kerohanian Islam SMA Negeri 7 Purworejo</title><subtitle type='html'>Majelis Alumni Kerohanian Islam SMA Negeri 7 Purworejo adalah forum bagi alumni dakwah sekolah di SMA 7 Purworejo, untuk mereka yang ingin menjalin silaturahim dan memperkuat ukhuwah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-7512711914547978189</id><published>2011-04-27T15:34:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T15:38:24.938-07:00</updated><title type='text'>Ciri-CiriGerakan NII</title><content type='html'>Sekarang media massa hingar bingar dengan peristiwa dialami anak-anak muda yang "hilang", dan kemudian diketemukan dalam keadaan seperti "linglung", serta menurut pengakuan mereka, mereka mengalami pencucian otak. Benarkah mereka yang "hilang" itu menjadi korban dari proses cuci otak yang dilakukan oleh NII?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kajian yang pernah diterbitkan media massa Islam, menilai ada NII yang menyimpang jauh dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, dan disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok pesantren modern ini berdiri pada akhir tahun 1990-an, dan diresmikan oleh Presiden RI B.J. Habibie. Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Abu Toto alias Syeikh Panji Gumilang itu, bukan hanya diresmikan oleh Presiden BJ Habibie semata, tetapi sejumlah tokoh penting pernah berkunjung dan memberikan bantuan kepada Pesantren Az-Zaytun, konon termasuk diantaranya sejumlah tokoh penting militer dan intelijen, dan bahkan diisukan mendapat suntikan dana dari Pemerintah Kerajaan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang media massa meributkan tentang NII dan dikaitkan dengan Az-Zaytun, tetapi tidak pernah ada tindakan apapun terhadap pesantren dan pengasuhnya. Seakan Pesantren itu kebal dari aparat dan hukum. Sementara itu, orang-orang yang mempunyai kaitan dengan NII, banyak yang kemudian menjadi tersangka atau dipenjara dalam waktu tertentu. Entah dituduh sebagai teroris atau melakukan gerakan yang dianggap menjadi ancaman keamanan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai media massa Islam menampilkan hasil-hasil penelitian, analisis para pakar, hingga kesaksian para mantan santri pesantren tersebut sebagai bukti “kesesatan” Al-Zaytun dengan NII "jadi-jadiannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengatakan bahwa yang muncul ke permukaan yang menjadi fenomena sekarang ini, dan berlanjut menjadi sebuah permasalahan pelik, merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menghancurkan umat Islam di Indonesia. Seandainya, argumentasi ini benar, wajar bagi umat Islam untuk menjadikan pihak-pihak yang terkait dengan gerakan tersebut sebagai ancaman serius yang selalu harus diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah media menyebutkan ciri-ciri kelompok bawah tanah yang mengatasnamakan NII tersebut. Berikut ini adalah sebagian ciri-cirinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam mendakwahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat, dan baru akan dibuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika mereka sampai ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para calon yang akan mereka dakwahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yang relatif rendah, bahkan dapat dibilang tidak memiliki ilmu agama. Sehingga, para calon dengan mudah dijejali omongan-omongan yang menurut mereka adalah omongan tentang Dinul Islam. Padahal, kebanyakan akal merekalah yang berbicara, dan bukan Dinul Islam yang mereka ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Calon utama mereka adalah orang-orang yang memiliki harta yang berlebihan, atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yang jauh dari keagamaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga yang terjadi adalah penyedotan uang para calon dengan dalih demi dakwah Islam. Tetapi semua itu, hanya sebagai alat (sarana) untuk menyedot uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pola dakwah yang relatif singkat, hanya kurang lebih tiga kali pertemuan, setelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, sang calon dimasukkan ke dalam keanggotaan mereka. Sehingga, yang terkesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan, rata-rata, para calon memiliki kadar keagamaan yang sangat rendah. Selama hari terakhir pendakwahan, sang calon dipaksa dengan dijejali ayat-ayat yang mereka terjemahkan seenaknya, hingga sang calon mengatakan siap dibai'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketika sang calon akan dibai'at, dia harus menyerahkan uang yang mereka namakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan uang penyucian jiwa. Besar uang yang harus diberikan adalah Rp 250.000 ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas. Jika sang calon tidak mampu saat itu, maka infaq itu menjadi hutang sang calon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang wajib dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya dengan alasan kahfi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak mewajibkan shalat lima waktu bagi para anggotanya dengan alasan belum futuh (masih fatrah Makkah). Padahal, mereka mengaku telah berada dalam Madinah. Seandainya mereka tahu bahwa selama di Madinah-lah justru Rasulullah saw. benar-benar menerapkan syari'at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sholat lima waktu mereka ibaratkan dengan doa dan dakwah. Sehingga, jika mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang berdakwah, maka saat itulah mereka anggap sedang mendirikan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Shalat Jum'at diibaratkan dengan rapat/syuro. Sehingga, pada saat mereka rapat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka saat itu pula mereka anggap sedang mendirikan shalat Jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Untuk pemula, mereka diperbolehkan shalat yang dilaksanakan dalam satu waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk lima waktu shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Infaq yang dipaksakan per periode (per-bulan), sehingga menjadi hutang yang wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibayar bagi yang tidak mampu berinfaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Adanya qiradh (uang yang dikeluarkan untuk dijadikan modal usaha)yang diwajibkan walaupun anggota tak memiliki uang, bila perlu berhutang kepada kelompoknya. Pembagian bagi hasil dari qiradh yang mereka janjikan tak kunjung datang. Jika diminta tentang pembagian hasil bagi itu, mereka menjawabnya dengan ayat Al Qur'an sedemikian rupa sehingga upaya meminta bagi hasil itu menjadi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Zakat yang tidak sesuai dengan syari'at Islam. Takaran yang terlalu melebihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari yang semestinya. Mereka menyejajarkan sang calon dengan sahabat Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan menafikan syari'at yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tidak adanya mustahik di kalangan mereka, sehingga bagi mereka yang tak mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan sekalipun, wajib membayar zakat/infaq yang besarnya sebanding dengan dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk makan sebulan. Bahkan, mereka masih saja memaksa pengikutnya untuk mengeluarkan 'infaq'. Padahal, pengikutnya itu dalam keadaan kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Belum berlakunya syari'at Islam di kalangan mereka, sehingga perbuatan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak mendapatkan hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mengkafirkan orang yang berada di luar kelompoknya, bahkan menganggap halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berzina dengan orang di luar kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Manghalalkan mencuri/mengambil barang milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, seperti menipu/berbohong,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun kepada orang tua sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah fenoma seperti puncak gunung es, yang sekarang ini terus berkembang di tengah-tengah masyarakat, dan mempunyai dampak luas dalam kehidupan umat Islam. Dengan stigma yang sangat menganggu, setiap peristiwa yang dikaitkan dengn NII akan selalu berdampak negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah dipahami dan dipikirkan 18 ciri yang merupakan "methode" gerakan NII, yang akhir-akhir mendapatkan perhatian luas masyarakat. (mh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mengenal-ciri-ciri-nii.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mengenal-ciri-ciri-nii.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-7512711914547978189?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/7512711914547978189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=7512711914547978189&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7512711914547978189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7512711914547978189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2011/04/ciri-cirigerakan-nii.html' title='Ciri-CiriGerakan NII'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-3187325118756699829</id><published>2011-04-26T15:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T16:05:47.804-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Catatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;In the name of Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilangan waktu terus memudar, bergerak mundur bukan maju. Hingga tulisan-tulisan lebih mampu berbicara dibanding lisan dan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk dalam bangku taman kami, dibawah tower panjat dinding bercat hijau dan kuning, di bawah terik matahari dan bangku yang mulai memanas karena dicat gelap oleh pak tukang kebun SMA Negeri 7 Purworejo tercinta. Teriknya tak tanggung-tanggung dirasa kepala karena pohon ketapang yang dilingkari bangku taman ini masih berusia cukup dini, belum cukup umur untuk memberikan sedikit rasa teduh di siang bolong itu. Yah, kami masih SMA kala itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih giat-giat dan semangatnya dalam balutan organisasi yang menyambut hangat kami ketika menapaki bangku dengan seragam putih-abu abu. Yah, itulah Rohis yang entah bagaimana telaah mampu mengikat hati kami, lewat kajian rutin tiap Jum’at di bawah pohon kelengkeng di sela waktu istirahat kami seblum kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Yah, siang it bukanlah siang yang istimewa. Hanya sebuah siang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja ada yang sedikit tidak biasa. Duduk setengah melingkar (karena bangku taman tidaklah melingkar penuh) kami mendengarkan dengan penuh takzim apa yang diutarakan sesepuh kami, seorang alumni, salah satu muassis dakwah yang memberikan kami banyak nasihat. Beliau pulalah penggagas berdirinya ikatan alumni rohis yang saat itu menjadi hal pokok yang ia utarakan. Hmm, kala itu kami memang berada di tahun kedua, tahun yang sangat disibukkan dg organisasi. Hingga kala itu terlontar sebuah kata dari kawan sekelas kami mengomentari seorang sahabat, “Yang sekolah tuh kamu apa tasnya sih. Baru masuk sudah kelaur lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha, kami tertawa. Namun ada beberapa hal yang juga mengecewakan. Ketika beberapa di antara kami harus mulai kehilangan peringkat sepuluh besar, ketika tugas-tugas mulai berceceran, atau sebaliknya ada yang patah dan kemudian bilang, “Ga mau ah. Aku mau fokus belajar. Aku ga mau kehilangan 5 besarku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan munculnya berbagai inovasi, seperti gebyar ramadhan yang hampir-hampir menyita waktu belajar kami selama bulan ramadhan, menghidupkan kembali buletin dakwah yang mati suri selama setahun di era kakak kelas kami tercinta, berdebat dan menangis-nangis darah ketika pak waka terhormat agak susah dilobi, mirror yang luarrr biasa bahkan berebut tanggal dan tempat dengan kemah dian pinsa, hingga ketika buletin sudah berjalan dan pak pimred mulai kehilangan semangatnya, lalu susahnya menarik iuran limaratus perak per anak  per bulan untuk kelancaran buletin. Duh, manisnya kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kami berandai-andai sedikt saja ada bantuan, karena terbatasnya akses komputer dan motor, bahkan rela berjam-jam nongkrong di perpus untuk menggarap buletin. Agak lebay! Haha, sebenarnya bukan nostalgia yang hendak dibahas di sini. Tapi sungguh, mengingat kenangan tampilnya sev voice kembali setelah mati surinya adalah hal yang tak terlupaka. Amazing. Hmm, pun ketika kami mengeluhkan keterbatasan manusia-manusia berjudul MALIKI. Kami sungguh berharap lebih pada mereka. Tapi kini, ketika kami menjadi bagian darinya, sungguh kami memahami, bahwa membagi waktu antara amanah kampus dan sekolah bukanlah hal mudah. Tapi kami kala itu tak-atau tepatnya belum- paham apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase berikutnya adalah, seringkali terucap,”mana Maliki? Apakah eksistensi mereka hanya ada ketika kegiatan-kegiatan besar? Mabit? Syawalan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah yang ia utarakan kala itu. Ketika maliki seperti kehilangan entitasnya. Ketika wujud maliki hanya tertokohkan satu dua orang saja. Ketika program maliki hanya buram semata. Setidaknya ada empat poin besar yang ia utarakan tentang Maliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah merekonstruksi Maliki. Ia melihat bahwa Maliki yang ada saat itu memang berwujud besar. Besar, tapi tak sebesar yang diharapkan. Dalam artian, bahwa Maliki memiliki struktur dan sistem kepengurusan yang dirasa terlalu memberatkan entitas Maliki itu sendiri. Ini berarti wujud struktural yang ada tidak sejalan dengan fungsinya, sehingga alih-alih berjalan, Maliki justru tersendat sendat di berbagai sisi. Maliki bukanlah sebuah organisasi, begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maliki adalah sebuah forum, forum ukhuwah demi menghimpun serpih-seprih perjuangan menjadi ladang dakwah. Karenanya maliki tidak membutuhkan kepengurusan layaknya suatu organisasi. Yang dibutuhkan adalah seorang yang berkomiten dan mampu serta mau meluangkan waktu. Selain itu, sistem kaderisasi di Maliki cenderung amburadul dan lompat-lompat. Dalam artian, anak-anak rohis yang sudah besar di rohis dan dekat dengan alumni maka ia akan besar pula dan menjadi petinggi di Maliki. Lalu yang terjadi adalah kaderisasi yang stagnan, melupakan mad’u mad’u yang sejujurnya lebih potensial dan lebih mampu dikaryakan. Dan yang lebih parah dari sistem kepengurusan yang demikian adalah, lupanya Maliki pada tujuan utamanya yakni mendampingi adik-adik SMA karena disibukkan dengan proker yang sebenarnya kurang efektif itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, yang perlu dilakukan Maliki sejatinya adalah fokus pada pendampingan adik-adik, secara sederhana dicontohkannya dengan kajian rutin atau program mentoring yang dapat dimonitoring dan sustainable. Untuk mewujudkan hal yang demikian, perlu adanya perampingan proker semisal penggiatan silaturahim, karena pilar dari komunikasi demi keberlangsungan dakwa adalah silaturahim itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin kedua yang disampaikannya adalah SDM yang dipatenkan. Dipatenkan dalam hal ini adalah, adanya penjagaan dan pengkaryaan orang-orang yang memang mampu terjun di sekolah. Dalam hal ini ia mencontohkan pembuatan kontrak politik bagi alumni yang baru lulus untuk fokus pada DS. Bahkan bila perlu dibuat dalam bentuk surat pernyataan bermaterai. Hal yang demikian diusulkan kerana seorang ADK di tahun kedua tiganya secara umum sudah pasti mempunyai amanah yang lebih diprioriaskan. Yang seperti itu tentu akan menghambat kerja pendampingan Maliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah kaderisasi yang lambat. Poin ini bertolak dari poin kedua, karena ketika Maliki telah diurus oleh angkatan tua, maka yang terjadi seringkali adalah lambat dalam pengkaryaan lulusan baru. Sehingga yang terjadi seringkali adalah hilangnya beberapa angkatan dalam kepengurusan. Selain itu, Maliki tentu tidak bisa mengekang alumni rohis untuk terus berkecimpung dalam DS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan poin yang terakhir adalah proker yang minim evaluasi. Pada saat itu, Maliki seperti memiliki proker yang banyak. Namun seringkali, usai pelaksanaannya jarang dilakukan evaluasi secara komprehensif. Padahal kita memahami bahwa evaluasi memiliki peran yang penting dalam perumusan agenda ke depannya. Sehingga, muncul stagnansi proker atau bahkan proker yang amburadul dan tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan bahwa yang terpenting dari semua ini adalah mereposisi peran Rohis dalam sekolah. Bagaimana Rohis dan penggeraknya mampu meberi manfaat bagi sekolah, dimana tingkat keberhasilan tidak hanya dilihat dari suksesnya proker, tapi bagaiman nilai-nilai Islam dapat terjaga dan teramalkan dengan baik dan kontinu. Dalam perannya mereposisi Rohis di sekolah, Maliki juga harus mampu menguatkan diri secara internal. Penjagaan dan kaderisasi harus terus berjalan. Distribusi amanah pun harus merata, karena seringkali ada yang merasa terbebani sedangkan yang lain bahkan tidak tahu ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Untuk mencapai kesolidan pun perlu adanya peningkata esensi kerja (etos kerja). Bagaimana Maliki mampu istiqomah dengan proker-prokernya melalui peningkatan jaringan serta pengoptimalisasian amanah sehingga para penggeraknya pun merasa nyaman berkonstribusi. Hal yang terakhir yang ditekankan adalah, bahwa Maliki bukanlah seorang dua orang saja. Maka mengikonkan Maliki dalam satu dua orang adalah sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha, yang menjadi ganjalan adalah ketika ia menambahkan bahwa, mungkin saja AD ART itutidak tepat untuk Maliki. Karena Maliki adalah forum, dan sebuah forum tentu berbeda dengan organisasi sekuler. Maliki adalah jama’ah dan dalam etika jama’ah sendiri ada ketentuan-ketentuan tersendiri seperti mekanisme syuro’ dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, saya juga mulai bingung. Apalagi dalam kuliah terselip materi kelembagaan, administrasi, dan sebagainya. Yah sudahlah! Sedikit banyak terinspirasi dari catatan dan petuah itu, maka tercetuslah sebuah kalimat dalam diskusi pendek sebelum munas IV saya dan seorang sahabat seperjuangan, bahwa Maliki harus di reposisi. Bukan bagiamana-bagaimana, hanya saja saya agak tergelitik. Sepertinya kita memiliki mimpi besar, tapi sudahkah kita sendiri berjiwa besar?? Ataukah sistem yang diciptakan terlalu rumit untuk dipahami? Lalu dimana bagian yang harus direposisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak hal yang terungkap dari otak-otak kami, tapi ternyata sistem membungkam semuanya. Atau lebih tepatnya didukung pula oleh waktu. Ada banyak hal yang haru dibenahi. Seperti menyamakan oreintasi dan pemahaman? Jangan-jangan apa yang diungkapkan tidak terpahami dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsiqoh itu bagus. Tapi tsiqoh tanpa faham tentu layaknya bangunan tanpa pondasi, mudah tergoyahkan. Loh loh, afwan jadi GJ. Tapi itulah sejarah. Walaupun seringkali terjadi distorsi sejarah. Tapi sejarah adalah sejarah, ia jauh namun patut dan penting untuk menjadi bahan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, mngkin banyak yang lupa diskusi atau lebih tepatnya wejangan-wejangan di siang hari terik itu. Alhamdulilah saya belum lupa dan catatannya pun masih ada. Bukan bermaksud mengkritik, hanya sebuah alarm bagi kita. Bahwa kami kala itu pun masih polos dan lugu. Menjawab iiya-iya apa yang diutarakannya. Penuh dengan idealis yang membara dan semangat inovasi yang menggebu. Semoga terus demikian di mana pun dan kapan pun kita berada. Dan karena segalanya selalu terikat dengan ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 22 Dzulhijjah 1431 H | 28 November 2010 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.57 p.m. Azra adzkia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*tulisan ini berdasarkan kisah nyata. namun dalam redaksinya memang banyak penambahan kata. hanya saja ada beberapa poin yang tertulis utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*jika merasa ada kesamaan diri, merasa dirinya disebut-sebut disini, sy memohon izin sekaligus minta maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*jika ada beberapa distorsi dalam sy menjabarkan poin-poin, silakan dibenarkan&lt;br /&gt;bisa juga dibaca di &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1996952919135&amp;set=t.100000094993220&amp;type=1&amp;theater#!/note.php?note_id=464438940677"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-3187325118756699829?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/3187325118756699829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=3187325118756699829&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/3187325118756699829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/3187325118756699829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2011/04/sebuah-catatan.html' title='Sebuah Catatan'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-4274763467054406735</id><published>2011-04-26T15:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T15:34:42.679-07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Untuk saudaraku semuanya...&lt;br /&gt;Kutulis kata-kata ini dalam balutan rasa kerinduan di lubuk hati-hati ini yang terdalam. Kerinduan akan manisnya ukhuwah dan kebersamaan. Yang telah menyatukan kita dalam berbagai perbedaan. Membuat kita mampu tertawa bersama, membuat kita mampu menangis bersama, membuat kita mampu satu pemikiran, satu visi, dan satu misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saudaraku,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis kata-kata ini dalam balutan sendu, berharap, dan hanya mampu berharap kepadaNya, bahwa apa yang sekarang ini kurasakan, pun jua kalian rasakan. Kutulis kata-kata ini dalam linangan pengharapan dan sajak-sajak penuh asa. Mencoba untuk terus berusaha mengenali dan memahami, karena memang diri ini masih terlalu egois, masih ingin untuk terus dimengerti.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warakhmatullahi wabarokatuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring segala cintaNya yang masih terus mengalun dalam nada-nada penuh kelembutan, bersama nikmat-nikmatNya yang tak akan pernah mampu kita hitung satu persatu. Yang tak akan pernah mampu kita bayar, biar dengan segala ibadah kita, biar dengan segala jerih dan pengorbanan kita untuk tegaknya Islam. Teriring segala keresahan dan rindu yang menggumpal dalam dada, melantunkan bait-bait penuh cinta, cita dan asa, untuknya panutan, suri tauladan, satu-satunya manusia yang patut untuk dirindukan, Rasulullah SAW, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah padanya yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru kemarin kita bersua, dalam nada-nada kebingungan yang sama. Dalam keseragaman ketidakpahaman kita. Akan dunia yang baru kita masuki. Akan dunia yang baru kita tapaki. Rasanya baru kemarin kita bertukar nama, saling menyapa dalam keterasingan. Saling membantu dalam perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, hampir setahun kita bersama. Meniti titian yang bersama. Bekerja dalam satu bingkai kesetiaan dan arti pengorbanan. Kita, yang telah dipertemukan dalam balutan ukhuwah, manis pahit kebersamaan, dalam satu wadah perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau adanya diriku, masih tak mampu mengerti dirimu. Jikalau adanya diriku hanya menambah beban2 pemikiran. Jikalau diri ini masih lebih meminta dimengerti, bukannya  berusaha untuk memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas segala tutur yang tak berkenan. Atas segala kata yang menggoreskan luka. Atas segala lakuku yang belum terjaga. Ternyata diri ini masih terlalu egois, ternyata diri ini masih terlalu childish. Ternyata diri ini masih memerlukan uluran persahabatanmu dan kebersamaan ini. masih perlu untuk engkau ingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah ya saudaraku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas segala kata yang membangun motivasi diri. Atas segala do’a yang  terlantun untuk perjuangan ini. atas segala lakumu yang membangunkan kelelapan diri ini, bahwa perjuangan kita masih panjang, bahwa perjuangan ini bukanlah areal percobaan. Jazakumullah, atas pengertian dan kesabaran, atas tegur sapa yang menghangatkan hati. Atas jabat tangan dan senyum tulus yang meneguhkan azzam ini,  membuat diri ini sadar bahwa aku tidak akan pernah sendiri dalam perjuangan ini. jazakumullah saudaraku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh,perjuangan ini masih panjang. Panjang, jua tak mudah. Namun, yakinlah sudaraku, dalam barisan ini,kita pasti bisa mengalahkan segala rintangan. Kita pasti bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Engkau adalah pejuang, yang telah lolos seleksi alam. Yang masih mampu bertahan, hingga sekarang, detik ini. detik dimana telah banyak pejuang2 lain gugur, karena tak mampu menahan beratnya perjuangan ini.&lt;br /&gt;Engkau hebat saudaraku. Engaku begitu amat sangat hebat. Engkau tangguh. Engkau kuat, dan engkau amat sangat istimewa. Maka jangan pernahn merasa lelah di jalan ini saudaraku. Biarlah, lelah yang kan berlelah-lelah mengejar kita.  Jangan pernah menyerah, karena perjuangan ini begitu berarti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.....dan karena seorang muslim sejati tidak ingin hanya sekadar menjadi penikmat saja. Ia akan selalu menginginkan menjadi bagian dari senima2 pengukir kejayaan Islam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eratkan ukhuwah, rapikan barisan, dan tuju sebuah kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Allahu Akbar!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warakmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;...dan jalan dakwah, adalah jalan yang begitu amat sangat berat bagi sebagian orang yang belum tau sebaik-baiknya balasan untuk manusia yg bertaqwa...&lt;br /&gt;Jalan yg ‘kan menguji orang2 di dalamnya, apakah ia akan istiqomah atau justru berkeluh kesah..&lt;br /&gt;Memilih nyaman menjadi penonton, di saat orang lain menikmati ujian menuju jannah&lt;br /&gt;Dan kadanh kita sering lupa bahwa di luar sana, banyak orang lain yang siap bergabung dalam barisan ini..&lt;br /&gt;Adalah suatu musibah besar ketika kita menolak tiket gratis ke surga dan menggadaikannya dengan  kenyamanan2 dunia kita yang semu dan tanpa makna...&lt;br /&gt;Ya Rabb,,&lt;br /&gt;Kuatkalah ikatan ukhuwah ini, kekarkanlah cinta-cinta ini, satukanlah kami dalam satu barisan perjuangan yg rapi nan kokoh. Tunjukilah kami jalan2 yg Engkau ridhoi. Tetapkanlah hati kami dalam jalan ini, jalan warisan para nabi. Kuatkanlah hati dan kelapangan para pejuang2Mu ini ya Rabb. Kuatkan ya Rabb.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela gema adzan subuh&lt;br /&gt;Yogyakarta, 3 Jumadil Awwal 1431 H&lt;br /&gt;17 April 2010 4:48 a.m | Azra Adzkia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps : sy tulis surat ini dalam rangka rihlah SKI fakultas saya, jadi ya begitulah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-4274763467054406735?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://azraadzkia.wordpress.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/4274763467054406735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=4274763467054406735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/4274763467054406735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/4274763467054406735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2011/04/surat-cinta.html' title='Surat Cinta'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-4325812748423747252</id><published>2010-11-22T18:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T18:13:09.875-08:00</updated><title type='text'>Satu Sisi Istimewa (Kita) Seorang Muslim</title><content type='html'>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imran 3:110)&lt;br /&gt;Adalah menjadi fitrah bagi seorang muslim bahwa kita telah diciptakan Allah SWT sebagai ummat yang terbaik. Pun dalam As Sajdah ayat 5, telah termaktub pula bahwa kita telah diciptakan dengan sebaik-baiknya pernciptaan. Perlu digarisbawahi di sini, bahwa kita dari asal mulanya sudah digolongkan sebagai ‘orang yang istimewa’. Namun kadang kala kita lupa, lupa sejatinya diri kita. Seorang muslim sejati telah memiliki keistimewaan yang telah Allah berikan dari awal penciptaan. Setidaknya, kita telah memiliki bekal yang telah ditetapkan oleh Allah. Tinggal kita, masih berkehendak menjadi pribadi yang biasa-biasa saja, atau menjadi ‘luar biasa’.&lt;br /&gt;Allah menciptakan manusia dari tanah dan kemudian dilengkapi dengan tiga aspek utama, jasad, hati, dan akal. Ketika ketiganya mampu berkerja secara sinergis, maka akan tampaklah sebaik-baiknya manusia. Bukan hal yang asing lagi, ketika kita mendengar bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Namun sayangnya, tak banyak yang menyadari dimana letak kesempurnaannya.&lt;br /&gt;Timbul statemen-statemen bahwa kita sempurna dengan akal fikiran kita. Kita tengoklah bersama, bahwa makhluk Allah yang lain tidak memiliki hal terebut. Hewan, tumbuhan, toh mereka tidak mampu berpikir. Muncul pula pendapat, manusia memiliki kelebihan karena kita mempunyai hawa nafsu, sedang makhluk Allah yang lain seperti jin dan malaikat tidak. Namun cukupkah sampai di situ? Tentu tidak. Kesempurnaan manusia adalah satu kesatuan yang kompleks. Dan salah satu letak kesempurnaan manusia terletak pada kenyataan ketika ia menyadari bahwa dirinya tidaklah sesempurna yang dibanyangkan. Dan karenanya, ia mendayagunakan bekal yang Allah berikan untuk terus meng’up grade’ diri, melalui majelis-majelis ilmu, olah raga, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, kita (telah) sering lupa bahwa kita adalah ummat terbaik yang diciptakan Allah dengan sebaik-baiknya penciptaan. Kita sering merasa puas dengan segala yang telah kita capai. Merasa sombong dan menganggap hal seperti itu wajar sebagai imbas usaha dan kerja keras kita. Lalu, jadilah aktifitas harian sekadar sebagai rutinitas, segalanya terhambarkan. Segala bentuk amal ibadah menjadi tawar, dingin, tanpa ada ruh di sana. Banyak ummat muslim terjebak dalam arus pemikiran dan gaya hidup hedon. Lebih bangga dicap sebagai orang pandai, kaya, ‘gaul’, dibanding identitas mereka sebagai seorang muslim. Bahkan, tak sedikit pula yang malu akan entitas dirinya sebagai seorang muslim. Malu ketika ia melakukan hal yang mencerminkan ke’Islam’annya. Malu hanya karena dicap sok alim, padahal jika kita mampu berpikir secara rasional, seharusnya kita merasa lebih malu ketika dicap sebagai ahli dosa dibanding sebagai ahli ibadah. Astaghfirullah, betapa mudah virus hati itu merebak. Tanpa kita sadari, kita telah melunturkan ke’Islam’an kita.&lt;br /&gt;Maka, menyadari peran dan posisi kita sebagai sebaik-baiknya ciptaan Allah adalah salah satu dari berbagai hal yang seharusnya kita lakukan dalam mengenali diri kita. Hal ini tidak lain adalah sebagai salah satu hal untuk sekali lagi menegaskan ke’Islam’an kita. Seharusnya kita bangga berlabel ‘muslim’. Walau berlabel ‘muslim’ saja itu pun tidak cukup. Ada hal yang harus pula diperhatikan. Terkait dengan diri kita sebagai manusia, ada dua peran yang menuntut kesinergisan, yaitu peran kita secara vertikal yakni sebagai hamba Allah dan peran horisontal kita sebagai makhluk sosial. Dua peran yang saling berbeda namun keduanya juga tak terlepaskan. Keduanya saling berimbas dan merekat satu sama lain.&lt;br /&gt;Maka, kembali ke pertanyaan awal, apakah kita hendak menjadi pribadi muslim yang biasa-biasa saja, atau kita lebih memilih menjadi pribadi muslim yang ‘luar biasa’? Semuanya adalah pilihan. Pilihan kita untuk menjalani proses yang seperti apa. Karena segala keputusan dan hasil adalah ketetapan Allah. Hendakkah kita bangga dengan entitas kita sebagai seorang muslim? Atau masih harus sembunyi dan malu-malu untuk berbuat kebaikan? Toh, kita sudah dibekali Allah dari awal penciptaan manusia sebagai ummat yang terbaik, yang diciptakan dengan sebaik-baiknya penciptaan. Tapi, sekali lagi, itu baru bekal awal. Proses selanjutnya adalah pilihan kita. Apakah kita akan mendayagunakan segala potensi diri kita, bangga dengan keIslaman kita, dan memberikan konstribusi pada agama kita. Atau kita lebih memilih menjadi kaum penikmat dunia, hidup berfoya-foya, mati dipikirin ntar aja...&lt;br /&gt;Yah, itulah pilihan.&lt;br /&gt;Ada satu buku menarik yang saya rasa patut untuk dibaca. Judulnya Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim karya Ustadz Salim A Fillah. Bukannya promosi, tapi saya rasa ada baiknya buku itu dibaca, sebagai referensi dan gambaran, bagaimana kita sebagai seorang muslim itu seharunya bersikap dan berbuat.&lt;br /&gt;Wallahu’alam &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 29 April 2010 07:05 a.m&lt;br /&gt;_Azra @dzkia_&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-4325812748423747252?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/4325812748423747252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=4325812748423747252&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/4325812748423747252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/4325812748423747252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2010/11/satu-sisi-istimewa-kita-seorang-muslim.html' title='Satu Sisi Istimewa (Kita) Seorang Muslim'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-7023792979845929883</id><published>2010-03-28T06:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T06:32:20.884-07:00</updated><title type='text'>Cara Makan Rasulullah</title><content type='html'>Tanpa kita sadari makanan yang kita maka sehari-hari, haruslah kita atur dan tidak boleh semabarangan. Karena jika tidak demikian, hal tersebut dapat menyebabkan penyakit seperti sakit jantung, kencing manis, lumpuh, keracunan makanan dan penyakit lainnya. &lt;br /&gt;Apabila anda telah mengetahui Ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yang lain, kerana ini adalah diet Rasulullah SAW, junjungan kita juga.&lt;br /&gt;Ustadz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasulullah tak pernah sakit perut sepanjnag hayatnya kerana pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah, apabila anda mengikuti diet ala Rasulullah, anda tak akan pernah menderit asakit perut atau keracuanan makanan.&lt;br /&gt;Jangan minum SUSU bersama DAGING&lt;br /&gt;Jangan makan DAGING bersama IKAN&lt;br /&gt;Jangan makan ikan bersama SUSU&lt;br /&gt;Jangan makan AYAM bersama SUSU&lt;br /&gt;Jangan makan IKAN bersama TELUR&lt;br /&gt;Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD&lt;br /&gt;Jangan makan SUSU bersama CUKA&lt;br /&gt;Jangan makan BUAH bersama SUSU, coctail!!&lt;br /&gt;Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi. Tidurlah 1 jam setelah makan di tengah hari.&lt;br /&gt;Jangan sesekali makan malam!!!!&lt;br /&gt;Barang siapa yang makan malam, dia akna dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.&lt;br /&gt;Tanpaknya memang sulit, tapi  kalau tak percaya cobalah.! Pengaruhnya tidak dalam jangkapendek, tapi akan sangat berpengaruh di masa tua nanti.&lt;br /&gt;Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu, karena akan cepat mendapat penyakit. Ini telah dibuktikan oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion +, sedangkan dalam ikan terkandung ion -. Apabila dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang dapat merusak usus kita.&lt;br /&gt;Al Qur’an juga mengajarkan kita menjga kesehatan dengan melakukan amalan seperti mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap ke dalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Dapat kita saksikan bahwa orang yang rajin mandi pagi kebanyakan tidak memiliki badan gemuk. &lt;br /&gt;Rasulullah juga mengajarkan kita untuk meminum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi setelah bangun tidur. Mujarabnya, Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat penyakit).&lt;br /&gt;Waktu sholat Subuh, kita disunahkan bertafakur(yaitu sujud sekurang-kurangnya satu menit setelah berdoa). Efeknya, kita dapat terhindar dari sakit kepala atau migrain.&lt;br /&gt;Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari kita perlu bersujud. Ahli-ahli sains telah menemukan beberapa milimeter rung udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi oleh darah. Denga bersujud maka darah akan mengalir ke ruangan tersebut.&lt;br /&gt;Nabi juga mengajarkan kita makan dengan tangan dan setelah selesai hendaklah menjukati jari kita. Dan faktanya, ahli sains telah menemukan bahwa enzym banyak terkandung di celah jari-jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur.&lt;br /&gt;Wallahu’alam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_Jrenk Azra_&lt;br /&gt;dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-7023792979845929883?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/7023792979845929883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=7023792979845929883&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7023792979845929883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7023792979845929883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2010/03/cara-makan-rasulullah.html' title='Cara Makan Rasulullah'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-6591125579439590883</id><published>2010-01-06T19:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T19:02:07.916-08:00</updated><title type='text'>Delapan Kado Terindah</title><content type='html'>Seseorang pasti senang apabila ia mendapatkan sebuah kado, apalagi kado itu pemberian dari orang yang disayangi misalnya saja ayah, ibu, kakak, adik, atau teman. Terkadang banyak orang kesulitan untuk mencari sebuah kado yang cocok untuk diberikan. Hampir semua toko mereka datangi hanya untuk mencari kado yang terbaik dan harapannya orang yang diberi kado tersebut akan menyukainya. Tapi sadarkah kita, sebenarnya kita mempunyai kado yang terindah dan tak ternilai harganya. Apakah kado itu???? Mari kita simak kedelapan kado terindah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. KEHADIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kehadiran orang yang kita sayangi merupakan kado yang tak ternilai harganya. Tidak hanya ketika kita dalam keadaan sedih, tetapi juga dalam keadaan senang. Mungkin kita bisa berkomunikasi dengan orang melalui surat, telepon, internet yang bisa mendengarkan suaranya bahkan dengan melihat wajah orang tersebut seperti kenyataannya tapi akan berbeda rasanya ketika kita bisa langsung bertatap muka. Kita bisa berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran kita sebagai pembawa kebahagiaan karena kualitas kehadiran itu penting.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. MENDENGAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tidak banyak orang bisa melakukan hal ini karena kebanyakan orang lebih suka didengarkan dari pada mendengarkan. Padahal keharmonisan hubungan antar manusia sangat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada semua yang ia  bicarakan, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Tidak mudah untuk bisa mendengarkan dengan baik, kita harus dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikannya. Menatap wajahnya (untuk yang muhrim yach). Jangan menyela, mengkritik, apalagi menghakimi ketika ia sedang bicara, biarkan ia menyelesaikannya. Hal ini akan memudahkan kita memberi tanggapan yang tepat. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. D I A M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Terkadang diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. KEBEBASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita mempunyai hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang itu. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "bebas sebebas-bebasnya." Tapi lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan. Sehingga ia akan berpikir dulu sebelum ia melakukan suatu tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. KEINDAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Setiap orang menyukai keindahan. Keindahan bisa dari penampilan atau dari lingkungan. Orang akan bahagia apabila orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik. Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika kita mengkadokannya tiap hari, apalagi untuk seseorang yang sudah halal bagi kita. Selain keindahan penampilan pribadi, kita pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Misalnya vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. TANGGAPAN POSITIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tanpa kita sadari, kita sering memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang – orang di sekitar kita. Seolah-olah tidak ada yang benar dari diri mereka dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Tapi pernahkah kita mencoba menghadiahkan tanggapan positif kepada orang – orang di sekitar kita. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir kita mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukan orang – orang di sekitar kita demi kita. Ingat-ingat pula, pernahkah kita memberikan pujian kepada mereka. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. KESEDIAAN MENGALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Setiap orang pasti pernah melakukan hal “pertengkaran” atau ketidakcocokan terhadap sesuatu entah cara berpikir, sikap, sifat atau yang lainnya. Hal itu sering menjadi bahan pertengkaran, apalagi jika sampai menjadi cekcok yang hebat. Tapi tak banyak orang berpikir kalau hal tersebut akan membuat hubungan kita dengan orang – orang di sekitar kita menjadi berantakan hanya karena persoalan yang mungkin sepele. Bila kita memikirkan hal ini, berarti kita siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Mungkin kita akan kesal atau marah karena dia tidak memenuhi janjinya. Tapi kalau kejadiannya baru sekali, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati, mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini dan hanya Allah yang Maha Sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. SENYUMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Senyum itu adalah shodaqoh yang termudah. Kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman yang diberikan dengan tulus, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Ada satu kalimat yang bagus tentang senyuman, “1 hal yang bisa kita berikan tanpa kita merasa kehilangan tetapi sangat berarti bagi penerimanya yaitu senyuman”. Oleh karena itu, berikan senyuman termanis kita untuk orang – orang di sekitar kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa memberikan kedelapan kado terindah kita kepada orang – orang yang kita sayangi. Amien…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;presented by : Aulia Rahmawati &lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-6591125579439590883?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/6591125579439590883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=6591125579439590883&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6591125579439590883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6591125579439590883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2010/01/delapan-kado-terindah.html' title='Delapan Kado Terindah'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-5229021356830584732</id><published>2009-12-08T02:50:00.001-08:00</published><updated>2009-12-08T02:53:06.432-08:00</updated><title type='text'>Untukmu….Kader Dakwah</title><content type='html'>Dakwah secara umum dapat diartikan dengan menyeru kepada manusia. Dalam ha ini, digolongkan kedalamdua bagian yang saling bertolak belakang. Satu sisi membawa kepada kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Namun pada bagian lain sebaliknya, ia mengajak kedalam jurang penderitaan tiaa ujung. bukan berarti kedua bagian tersebut berada pada satu bagian, melainkan terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, yang pertama adalah dakwah ilalloh/dakwah islamiyah. Dakwah ini menyeru kepaa manusia untuk mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah SWT, tentunya disertai dengan usaha sekuat tenaga. Dilakukan oleh orang-orang yang memiliki komit mentinggi, yang juga melandasi dirinya dengan cahaya Ilahi. Dakwah ini mengajak manusia untuk mengingat kembali kepada hakikat hidup manusia. Dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[685]  arti kalimat darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikiab yang diharapkan dari adanya dakwah tersebut menjadikan menusia-manusia yang sholeh, baik secara pribadi ataupun secara kolektif. Tentunya dengan adanya dakwah tersebut, seluruh aspek kehidupan manusia menjadi tertata rapi, teratur dan sesuai ketentun Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangka dakwah yang lain adalah dakwah yang menyeru ada menusia menuju kesesatan. Dakwah ini dilakukan oleh setan dan teman-temannya. Tentu saja tujuan dari setan tersebut mencari teman sebanyak-banyaknya menuju neraka. Meskipun demikian, ternyata banya orang yang mengikiti ajakan setan tersebut. Disadari ataupun tidak disadari, memang jumlah manusia yang mengikutinya banyak. Semua perngkat igunakan untuk menipu manusia, sehingga yang dilihat adalah kesenangan, suasana santai, dan seolah-olah jauh dari kesusuahan. Namun semua itu hanya tipuan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengingat,  sumpah dari iblis ketika dikeluarkan dari syurga karena tidak mau hormat kepada Nabi Adam AS, maka sungguh jelas usaha iblis untuk menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Perang terbuka itu sudah dideklarasikan dengan terang-terangan. Manusia akan diserang dari berbagai penjuru. Kanan-kiri, depan-belakang, atas-bawah. Dan tidak ada piihan lain untuk kita, membentengi kita dengan iman yang kuat dan juga mempersenjatai diri dengan amunisi yang membuat setan takut dengan kita, istiqomah di jalan kebenaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku yang dirahmati Allah SWT. Hendaknya kita selalu  mengingat pesan dalam FirmanNYA dalam Al Qur’an surat Ali Imran: 104&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104.  Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[217]  Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak dasar-dasar lainnya yang akan membawa kita pada sebuah tanggung jawab  besar itu yang bernama dakwah.Dalam ayat tersebut di sebutkan “hendaklah ada diantara kamu”, itu menunjukkan bahwa jala dalam dakwah belum setiap orang mau dan mampu untuk menjalankannya. Hanya segelintir oranglah yang akan bertahan dengan komitmen dakwah tersebut. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa beruntung? Bukankan amalan mereka sangat mulia dan juga banyak sebagai bekal ke Syurga? Tentu bukan jawaban seperti itu yang akan diwampaikan oleh para penggerak dakwah. Kasadaran akan kesalahan-kesalahan, besar-atauun kecil, disengaja ataupun sebaliknya telah membuat pola pikir telah berubah dari kebanyakan orang, karena hanya pertolongan dari Allah SWT yang akan mampu membawa mereka semua ke tempat yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku yang dirahmati Allah SWT. Dua tugas dari para penggerak dakwah sudah kita ketahui dari ayat diatas. Yang pertama adalah menyuruh kepada yang ma’ruf, sedangkan tugas kedua adalah mencegah dari yang munkar. Menyuruh kepada yang baik, perlu pendekatan yang nantinya akan membuat objek dakwah bersimpati kepada kita. Tentunya dengan kondisi demikian, akan memudahkan kita untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara praktek, menyuruh kepada yang ma’ruf akan lebih mudah dilakukan, karena masing-masing individu mampu melaksanakanna. Baik secara personal maupun seara berjamaah. Sedang untuk mencegah dari yang munka, memiliki konsekuensi lebih berat. Oleh karena sebagian besar masyarakat kita justru cenderung kepada sesuatu yang justru dilarang oleh Sllsh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebuah tantangan dimana nantinya ada dua kemungkinan setelahnya, apakah orang lain itu akan menuruti keinginan kita (kebenaranNYA) atau sebaliknya. Mereka justru mendeklarasikan untuk bermusuhan dengan oara penyeru. Oleh karena itu, dalam melakukan tugas kedua ini diperlukan kekuatan dan juga jama’ah yang solid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesolidan itulah kunci keberhasilan dalam menjalankan amanah itu, dan merupakan aminan Allah SWT dalam surat As-Shaff ayat  4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kecenderungan masyarakat saat ini, dimana semakin jelas antara haq dan batil, maka perlu di seikapi secara serius. Bukan perkara sederhana ketika sebuah kebatilan dilakukan secara terang-terangan. Dengan sarana semakin canggih, berbagai usaha dilakukan untuk mengkaburkan padangan umat manusia dari jalan kebenaran semakin gencar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan bimbingan Islam semakin banyak seiring bertambahnya usia dan juga jumlah manusia. Adalah sebuah kesempatan  baik ketika kita mampu melihat peluang kebaikan terbuka lebar. Kondisi demikian merupakan sebuah kebutuhan sosial masyarakat kita. Seperti halnya dengan kejahatan, kita juga harus mengguakan banyak pernagat untuk menunjang dakwah kita. Tidak mungkin menggunakan cara-cara konvensional saja untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek dakwah semakin beragam. Medan amalpun semakin berkembang. Maka tidak ada kata lain untuk kita selain berputar semakin cepat. Membuat inovesi dan terobosan-terobosan efektif untuk berdakwah. Beragamnya objek tersebut harus kita sadari bersama, sehingga mampu memberikan bimbingan secara proporsional, dan sesuai dengan kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak remaja, pemuda-pemudi dan juga orang tua, semua harus mendapatkan dan mersakan dakwah. Tanpa membedakan satu sama lain, karena mereka memiliki hak yang sama. Itulah sebuah kondisi umum masyarakat kita. Dengan demikian akan semakin jelas bahwa dakwah kemasyarakatan memiliki peran dalam peruahan masyarakat, termasyk dakwah dikalangan akademisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku yang dirahmati Allah SWT. Dawah menghapkan adanya perbaikan dalam segala aspek kehipupan manusia, maka diperlukan persiapan bagi para penggeraknya. Sikap sabar, ikhlas dan juga keteguhan dan ketauladanan serta kebaikan lain harus kita miliki. Dengan semua itu, maka Allah SWT akan mengangkat panji-pani kemenangan yang hakiki, bukan sekadar kualitas dan juga kuantitas dari pengkut dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Fushilat 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.  Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan ayat diatas sangatlah jelas, bahwasannya parkataan dari para penyeru tauhid itulah yang terbaik. Bukan karena kapandaian berbicara, menganalogikan dan juga menafsirkan dalam kehidupan, namun lebih dari itu semua. Karena semua seruan itu bersumer dari Sang Pencipta. Pengatur alam semesta, pemberi petunjuk bagi kehidupan manusia. Seperti halnya sebuah perusahaan kendaraan, ia memberikan petunjuk-petunjuk penggunaan dan perawatan kendaraan produknya. Ketika pengguna kendaraan tidak menggunakan sesuai dengan petunjuk, maka bisa ditebak dan kerusakan kendaraan tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begituah perumpamaan sedderhana, dengan lingkup lebih sempit saja memiiki aturan. Sedangkan kita hidup pada sebuah system yang sangat komplek, maka jelas petunjuk-petunjuk kehidupan itu sangat kita butuhkan. Dan akan sangat berbahaya ketika manusia melangar norma-norma dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perkembangan zaman semakin kompleks, kita juga harus mampu memanfaatkan perangkat-perangkat demi menunjang dakwah. Akan tetapi kita juga tidak boleh meninggalkan karakter-karakter dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Rabbaniyah: bersumber dari wahyu Allah SWT&lt;br /&gt;* Wasathiyah: seimbang atau tengah-tengah&lt;br /&gt;* Ijabiyah:  positif dalam memandang alam, manusia, dan kehidupan&lt;br /&gt;* Waqi’iyah: realistis dalam memperlakukan individu dan manusia&lt;br /&gt;* Akhlaqiyah: sarat dengan nilai kebenaran baik dalam saranamaupun tujuan&lt;br /&gt;* Syumuliyah: utuh dan menyekuruh dalam manjahnya&lt;br /&gt;* ‘Alamiyah: mendunia&lt;br /&gt;* Syuriyah: berpijak diatas prinsip musyawarahdalam menentukan segala sesuatunya&lt;br /&gt;* Jihadiyah: berusaha terus untuk keberlangsungan dakwah, dan menghancurkan penghalang-penghalangnya&lt;br /&gt;* Salafiyah: menjaga orisinalitas dalam pemahaman dan akidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan karakter-karakter tersebut, kita akan terus berjalan dalam trek yang benar dan mampu menggunakan sarana-sarana untuk perluasan medan amal dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum kita melakukan dakwah, banyak hal yang harus dipersiapkan. Tentu saja menjadi individu dengan kepribadian unggul. Seperti halnya dengan Nabi Muhammad SAW, tak seorangpun mengingkari kemuliaan akhlak sehingga mendapat gelar al-amin, yang dapat dipercaya. Juga dengan sifat kebaikan lainnya. Dengan bekal seperti itu, maka objek dakwah akan lebih tertarik bukan saja karena kepiawaian kita dalam menyampaikan, melainkan karena kita sudah, dan juga mempu mengejakan apa yang kita sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by : Wahyu Ade _ Mas'ul MALIKI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-5229021356830584732?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/5229021356830584732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=5229021356830584732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/5229021356830584732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/5229021356830584732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2009/12/untukmukader-dakwah.html' title='Untukmu….Kader Dakwah'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-4004685941807978021</id><published>2009-11-02T01:22:00.003-08:00</published><updated>2009-11-02T01:22:32.590-08:00</updated><title type='text'>10 Muwashofat</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="CONTENT-TYPE"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta content="OpenOffice.org 3.0  (Linux)" name="GENERATOR"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 0.79in }		P { margin-bottom: 0.08in }		STRONG { color: #000000 }		STRONG.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt; so-language: en-US }		STRONG.cjk { font-family: "DejaVu Sans", sans-serif; so-language: zxx; font-weight: normal }		STRONG.ctl { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt }		EM { color: #000000 }		EM.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt; so-language: en-US }		EM.cjk { font-family: "DejaVu Sans", sans-serif; so-language: zxx; font-style: normal }		EM.ctl { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt }	--&gt;	&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah Saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt.&lt;br /&gt;Persepsi masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus lekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.&lt;br /&gt;Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas yang harus lekat pada pribadi muslim.&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;1. Salimul Aqidah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aqidah yang bersih &lt;i class="western"&gt;(salimul aqidah)&lt;/i&gt; merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: &lt;i class="western"&gt;Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162). &lt;/i&gt;Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;2. Shahihul Ibadah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang benar &lt;i class="western"&gt;(shahihul ibadah)&lt;/i&gt; merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: “shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;3. Matinul Khuluq.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang kokoh &lt;i class="western"&gt;(matinul khuluq)&lt;/i&gt; atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.&lt;br /&gt;Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya:&lt;i class="western"&gt; Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung (QS 68:4).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;4. Qowiyyul Jismi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya:&lt;i class="western"&gt; Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah (HR. Muslim). &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;5. Mutsaqqoful Fikri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Intelek dalam berpikir &lt;i class="western"&gt;(mutsaqqoful fikri)&lt;/i&gt; merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah &lt;i class="western"&gt;fatonah&lt;/i&gt; (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: &lt;i class="western"&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: &lt;i class="western"&gt;Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;6. Mujahadatul Linafsihi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berjuang melawan hawa nafsu&lt;i class="western"&gt; (mujahadatul linafsihi) &lt;/i&gt;merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: &lt;i class="western"&gt;Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;7. Harishun Ala Waqtihi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pandai menjaga waktu&lt;i class="western"&gt; (harishun ala waqtihi) &lt;/i&gt;merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;8. Munazhzhamun fi Syuunihi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Teratur dalam suatu urusan &lt;i class="western"&gt;(munzhzhamun fi syuunihi)&lt;/i&gt; termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;9. Qodirun Alal Kasbi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri &lt;i class="western"&gt;(qodirun alal kasbi)&lt;/i&gt; merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Kareitu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;b class="western"&gt;10. Nafi’un Lighoirihi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bermanfaat bagi orang lain &lt;i class="western"&gt;(nafi’un lighoirihi)&lt;/i&gt; merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.&lt;br /&gt;Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: &lt;i class="western"&gt;sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;Dikutip dari http://ash-shaff.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-4004685941807978021?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/4004685941807978021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=4004685941807978021&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/4004685941807978021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/4004685941807978021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2009/11/10-muwashofat.html' title='10 Muwashofat'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-3252366814262391721</id><published>2009-10-18T21:28:00.001-07:00</published><updated>2009-10-18T21:28:52.605-07:00</updated><title type='text'>Wahai pemuda!</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"PI Kufi Quran v6";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-alt:"Times New Roman";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:auto;  mso-font-signature:0 0 0 0 31 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"PI Kufi Quran v6";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, kerana sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemahuan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-3252366814262391721?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/3252366814262391721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=3252366814262391721&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/3252366814262391721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/3252366814262391721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2009/10/wahai-pemuda.html' title='Wahai pemuda!'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-9195176264816741332</id><published>2009-10-16T04:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T04:44:15.706-07:00</updated><title type='text'>Teruslah Berjuang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin, menjadi kesulitan terbesar untuk kita, dengan komunikasi yang tersendat-sendat, arus informasi yang hanya searah saja..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkinkah masih akan terus istiqomah?? pertanyaan yang terus menghantui kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;semoga akan terus istiqomah, biarlah amanah segudang menumpuk, cukup prioritaskan MALIKI kita ini di urutan teratas. kita gali potensi, kita pupuk kreatifitas, dan berusaha untuk terus berjuang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marilah berbagi di media yang tersedia,,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;_Media MALIKI_&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-9195176264816741332?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/9195176264816741332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=9195176264816741332&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/9195176264816741332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/9195176264816741332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2009/10/teruslah-berjuang.html' title='Teruslah Berjuang'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-3951693326804457159</id><published>2008-06-07T17:15:00.000-07:00</published><updated>2008-06-07T17:17:11.113-07:00</updated><title type='text'>Karena Dia Manusia Biasa</title><content type='html'>Karena Dia Manusia Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Sayatidak ingin melihatnya menangis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan Perkembangan persiapan pernikahannya. That's all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Adabanyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya.Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku gak bisa tidur." Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya.. ya." Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop suratperusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Busyet dah nih orang." Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi suratitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada YTH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kalau anda tidak berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, yang bernama ...... menginginkan anda ...... untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang masih kontrak rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.Yang saya tahu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu memilih dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena dia manusia biasa." Dia menjawab mantap. "Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan ? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssttt." Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. "Udahtidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama." Kita kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gik..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidur. Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ms_gagah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-3951693326804457159?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/3951693326804457159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=3951693326804457159&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/3951693326804457159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/3951693326804457159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/06/karena-dia-manusia-biasa.html' title='Karena Dia Manusia Biasa'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-2877738307964721977</id><published>2008-02-15T20:59:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T21:03:19.225-08:00</updated><title type='text'>peran pemuda dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Snap ITC&amp;quot;; color: blue;" lang="SV"&gt;PERAN PEMUDA DALAM ISLAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam rentetan perjalanan sejarah Dakwah Islam yang panjang, pemuda memegang peranan penting. Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat banyak kisah keberanian pemuda. Ada pemuda Ashabul Kahfi, Musa, Yusuf, Ibrahim, Isa Alaihimus Salam dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasulullah s.a.w. pun ketika diangkat menjadi Rasul berumur 40 tahun. Pengikut beliau juga banyak dari kalangan pemuda. Di antaranya Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, Zubair bin Awwam, dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dulu, (Imam) Syafii telah hafal Al Quran pada usia sekitar 9 tahun dan mulai diminta ijtihadnya pada usia kira-kira 13 tahun., sebelum akhirnya ia menjadi mujtahid, imam madzhab yang terkemuka. Hassan Al Banna mendirikan gerakan Ikhwanul Muslimin pada usia 23 tahun. Usamah bin Zaid pada usia 18 tahun telah memimpin pasukan perang Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam pada usia 8 tahun telah terlibat dalam perjuangan. Pemuda gagah berani yang hidupnya didedikasikan hanya bagi kejayaan dan kemuliaan Islam seperti itulah yang sanggup memikul beban dakwah dan bersedia berkorban serta menghadapi berbagai tantangan dengan penuh kesabaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kini, apakah yang sedang dilakukan dan dipikirkan oleh remaja berusia 8 hingga 18 tahun dan pemuda-pemudi berusia 23 tahunan ?Remaja dan pemuda-pemudi sekarang lebih banyak aktif untuk memuaskan nafsu remaja semata-mata. Lihatlah cara berpakaian mereka, cara bergaul, kreativitas dan sejenisnya. Gambaran remaja dan pemuda-pemudi yang tampil di berbagai media, tak ada bedanya antara mereka (yang mengaku Muslim) dengan artis-artis yang jelas menyebarkan kekufuran dan kesesatannya, realiti inilah yang terpampang di depan mata dan telinga kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kerananya, apabila kejayaan Islam masa lalu muncul akibat Dakwah Islam yang banyak ditopang Pemuda Islam yang memiliki sifat dan sikap perjuangan gigih, yang sanggup menyisihkan waktu siang dan malam demi kepentingan Islam, maka demikian juga dengan masa depan Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemuda menjadi tulang belakang dari kebangkitan itu. Fenomena kembalinya pemuda kepada kehidupan ajaran Islam, memakmurkan kembali masjid, semaraknya kegiatan keagamaan di kalangan mereka menjadi pertanda baik keberlangsungan proses kebangkitan Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wahai para Pemuda! Ketahuilah bahwa kamu sekalian bukanlah hidup untuk dirimu sediri dan bukan pula untuk tanah airmu yang kecil. Akan tetapi kamu hidup adalah untuk alam yang besar ini, yakni Dunia Islam. Karena sesungguhnya kamu adalah pemimpin di masa depan, hari depan itu adalah untukmu..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Demikianlah, pemuda Islam harus tampil dominan dalam perjuangan untuk kejayaan Islam wal muslimin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;DI ANTARA KEKUATAN YANG HARUS DIPERHATIKAN DAN DIKEMBANGKAN DEMI MERAIH KEJAYAAN ISLAM&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. KEKUATAN AKIDAH&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yaitu dengan menjadikan iman kepada Allah Ta’ala sebagai asas kesadaran, keyakinan, motivasi dan kekuatan penggerak dalam melakukan perjuangan agar sikap dan posisi perjuangan selalu berada di atas kebenaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. KEKUATAN ILMU&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Yaitu mengembalikan semua gagasan, pemikiran dan konsep perubahan serta jalan yang ditempuh dengan bersumber dan merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. KEKUATAN AKHLAK&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yaitu adanya rasa keterikatan, semangat kebersamaan, persaudaraan, semangat berkorban, solidaritas dan organisasi serta keyakinan akan kemenangan.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Anfaal: 46) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. KEKUATAN JIHAD DAN SIYASAH&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yaitu agar ummat Islam dengan pasti mampu mengantisipasi gerakan lawan sekaligus usaha memukul balik serangan lawan.&lt;br /&gt;Jihad meliputi: Jihad an-Nafs (Mengalahkan Hawa Nafsu), Jihad Melawan Syaitan, Jihad Melawan Ahli Maksiat, Jihad terhadap Orang Munafik, dan Jihad terhadap Orang Kafir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. KEKUATAN MATERIAL DAN DOA&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Material sebagai faktor pendokong yang penting dalam menyediakan sarana-sarana dakwah dan kelangsungan dakwah Islamiyah dan doa adalah senjata orang mukmin.&lt;br /&gt;Hendaklah kita memperbanyak berdoa dan mengajak kaum muslimin di mana saja berada untuk berdoa demi tercapainya kemuliaan Islam. Hanya kepada Allah jualah kami berharap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;نَحْنُ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قَوْمٌ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَعَزَّنَا&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اللهُ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِاْلإِسْلاَمِ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فَمَهْمَا&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ابْتَغَيْنَا&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الْعِزَّةَ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِغَيْرِهِ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَذَلَّنَا&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اللهُ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam,&lt;br /&gt;apabila kita mencari kemuliaan dengan selain Islam&lt;br /&gt;pasti Allah menghinakan kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  dee hanandita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-2877738307964721977?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/2877738307964721977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=2877738307964721977&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/2877738307964721977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/2877738307964721977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/02/peran-pemuda-dalam-islam.html' title='peran pemuda dalam Islam'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-5524755159343553787</id><published>2008-02-15T20:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T20:56:58.046-08:00</updated><title type='text'>Inspiratif, luar biasa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Snap ITC&amp;quot;;"&gt;Inspiratif, luar biasa….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Snap ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Subhanallah…itulah kata pertama yang keluar dari mulutku ketika buku ke-3 Andrea Hirata yang berjudul EDENSOR selesai kubaca. Inspiratif sekali buku-bukunya, luar biasa, tak ada pengalaman menarik sebelumnya yang pernah kubaca dari pengalaman penulis lain selain beliau. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Banyak sekali kata-kata menarik yang ada di buku ini, seperti salah satu kutipan ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Godaan-godaan besar bersemayam di dalam kepala orang-orang cerdas. Di dalamnya gaduh karena penuh dengan skeptisisme. Selesai menyerahkan tugas kepada dosen mereka selalu merasa tidak puas, selalu merasa bisa berbuat lebih baik dari apa yang telah presentasikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahkan ketika mendapat nilai A plus tertinggi, mereka masih mengutuki dirinya spanjang malam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Orang cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Mereka yang tak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. Semakin cerdas, semakin terkucil, semakin aneh mereka. Kita menyebut mereka : orang-orang sulit. Orang-orang sulit ini tak berteman, dan mereka bereteriak putus asa memohon pengertian. Ditambah sedikit introvert, maka orang-orang cerdas semacam ini tak jarang berakhir di sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kamar dengan berwarna teduh dan musik klasik yang terdengar lamat-lamat, itulah ruang terapi kejiwaan. Sebagian dari mereka amat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menderita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebaliknya, orang-orang yang tidak cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwanya sehat walafiat. Isi kepalanya damai, tenteram, sekaligus sepi, karena tak ada apa-apa di situ, kosong. Jika ada suara memasuki telinga mereka, maka suara itu akan terpantul-pantul sendirian di dalam sebuah ruangan yang sempit, berdengung-dengung sebentar, lalu keluar kembali keluar malalui mulut mereka”. ( Laskar Pelangi, Andrea Hirata, 112)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nah itulah sekelumit kata-kata yang mampu memberi cerminan kepada kita bahwa memang banyak sekali orang-orang yang seperti itu. Bahkan mungkin orang yang tidak cerdas itu adalah diri kita sendiri, yang banyak sekali berbicara tanpa ada ilmu di dalam tempurung otak kita. Sebagai muslim yang seharusnya adalah orang-orang yang cerdas, kita harus banyak belajar, membaca&amp;amp;menulis. Sepakat ya….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Dan perlu kita ingat juga bahwa bagaimanapun terbatasnya keadaan kita, kita berhak memiliki cita-cita dan memiliki prestasi. Kita harus memiliki cita-cita untuk menjadikan bangsa ini lebih baik dan bangkit dari keterpurukannya. Bahkan si Lintang, siswa SD dalam cerita Laskar Pelangi yang harus menempuh jarak 80 km perjalanan menuju ke sekolahnya dengan menggunakan sepeda, dia mampu menghadapi berbagai rintangan yang dilaluinya di jalan. Bertemu buaya adalah hal yang biasa baginya. Tapi semangatnya inilah yang mampu membuatnya tumbuh sebagai anak yang super cerdas, bahkan berani berdebat dengan seorang guru Fisika sekolah ternama dan menang. Namun sayang, di saat ia hampir ujian akhir sekolah, ayahnya meninggal dan ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus berhenti sekolah untuk kemudian bekerja menghidupi 14 orang keluarganya, dramatis sekali… inilah sebuah koreksi besar bagi bangsa ini, masalah lama, pendidikan dan kemiskinan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak sabar, buku ke-3 pun habis kubaca dalam waktu sehari. Banyak sekali kisah nyata kehidupan Andrea Hirata yang sangat inspiratif bagi saya. Seorang anak Belitong yang dengan tertaih-tatih dan dengan azzam yang kuat, beliau mampu mengumpulkan potongan-potongan mozaik hidupnya. &lt;/span&gt;Kuliah di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Sorbone&lt;/st1:PlaceName&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt; dan tesisnya mendapat penghargaan. Two tumbs up for Andrea Hirata…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mari bangkit teman… Lihatlah di luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; masih banyak sahabat-sahabat kita yang tidak bekesempatan mengenyam pendidikan dan tidak banyak yang mau dan berkesempatan mengemban amanah suci ini. Semangat! Semangat!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-5524755159343553787?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/5524755159343553787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=5524755159343553787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/5524755159343553787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/5524755159343553787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/02/inspiratif-luar-biasa.html' title='Inspiratif, luar biasa'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-1184617139398053961</id><published>2008-02-09T16:29:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T16:31:41.075-08:00</updated><title type='text'>Emansipasi Seruan Keji</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sesungguhnya Allah menciptakan kaum lelaki dan kaum perempuan sebagai dua jenis kelamin yang berbeda ; “pria dan wanita”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Allah SWT berfirman yang artinya “&lt;i style=""&gt; Sesungguhnya Allah telah menciptakan pasangan lelaki dan perempuan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Keduanya bekerjasama dalam memakmurkan dunia ioni sesuai dengan keistimewaan yang diciptakan oleh Allah bagi masing-masing gender. Dan antara kaum pria dan wanita bekerjasama memakmurkan dunia ini dengan menegakkan ibadah kepada Allah tanpa membedakan pelaksanaan agama secara umum, dan dalam memperoleh pahala ataupun siksa. Demikian pula tidak ada pembedaan didalam keumuman pembedaan syariat, dalam hak maupun kewajiban.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi Allah telah menetapkan dan menakdirkan bahwa laki-laki tidak sama dengan perempuan, baik dalam bentuk fisik, kondisi maupun sosok penampilan. Laki-laki memiliki kesempurnaan bentuk fisik dan stamina yang alami. Adapun perempuan, ia lebih lemah fisiknya dibandingkan laki-laki demikian juga watak dan tabiatnya. Karena seorang wanuta mengalami masa haid, hamil, melahirkan, menyusui dan mendidik generasi penerus umat ini. Dengan dasar itu, maka perempuan dicipak dari tulang rusuk Nabi Adam. Wanita menjadi bagian dari pi, menjadi peyetasekaligus keikmatan baginya. Laki-laki dipercaya untuk mengatur segala urusan kaum wanita, menjaga dan memberi nafkah padanya dan juga kepada anak keturunnya. Adanya perbedaan dalam bentuk fisik (antara kaum pria dan wanita) juga menimbulkan adanya perbedaan stamina, kemampuan fisik, intelegensi, daya piker, emosi, kemauan, etos kerja dan kompetensi. Ditambah lagi dengan adanya berbagai penemuan tenaga medis modern tentang berbagai pengaruh dan perbedaan yang amat ajaib antara kedua jenis gender tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Kedua jenis gender yang berbeda ini, masing-masing menerima beban hukum-hukum syariat dalam skala yang besar. Sungguh keduanya telah ditetapkan dengan kesempurnaan hikmah Allah Yang Maha Mengetahui …..untuk memiliki ketidak saamaan dan pebedan kualitas, memiliki perbedaan keutamaan antara laki-laki dan perempuan dalam beberapa hukum syariat, juga dalam peran dan tugas-tugas yang disesuaikan untuk masing-masing diantara keduanya. Yakni dalam bentuk fisik, sosok, kemampuan dan dalam kompetensi menjalankan tugas. Masing-masing juga diberi spesialisasi dalam menggeluti berbagai sector kehidupan agar kehidupan ini bisa menjadi paripurna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Allah telah menceritakan ucapan istri Imran, “ &lt;i style=""&gt;dan tidaklah laki-laki sama dengan wanita “.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Demikianlah kehendak Allah secara kauni (yang bersifat penciptaan) dan qodani (yang berupa takdir) dalam menciptakn bentuk fisik, stuktur tubuh dan bakat alam kepada makhluk-Nya. Adalagi kehendak Allah yang bersifat amri (perintah), hukmi (kebijakan hukum) dan tasyri’ (ketetapan syariat) didalam perintah. Kedua bentuk kehendak Allah itu saling bertemu dem terciptanya kemaslahatan mkhluk dan untuk memakmurkan alam semesta, selain juga demi keberaturan kehidupan individu, kehidupan rumah tangga, dan kehidupan masyarakat secara utuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;Nistakah Wanita Tanpa Emansipasi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak orang menyangka bahwa ketika kita membicarakan perbedaan-perbedaan antara kaum lelaki dengan kaum wanita, berarti kita menghancurkan hak-hak wanita dan mendiskreditkan kewanitaan mereka. Padahal perbedaan antara kaum pria dan wanita adalh konsekuensi dari tabiat dan fitrah yang telah Allah ciptakan pada keduanya, di samping berbagai kekhususan yang Allah ciptakan pula pada dibebankan kepadanya dalam ruang lingkup keluarga. Semua itu bukanlah penghancur hak-hak wanita, pula pelecehan terhadap peran dan eksistensi wanita. Bahkan semua tugas itu pada hakikatnya adalah tugas maha penting, pekerjaan mulia yang tidak mampu dailakukan kaum lelaki yang sehebat apapun. Namun mereka dan kaum lelaki sama-sama memiliki hak dan kewajiban sendiri-sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;Rasulullah bersabda;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;“ &lt;i style=""&gt;Wanita adalah belahan jiwa kaum laki-laki “. ( Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya, mereka sama dengan kaum lelaki dalam tabiat, akhlak, hak serta kewajiban. Kaum wanita mempunyai hak-hak atas suami-suami mereka sebagaimana kaum lelaki memiliki hak atas mereka, tentunya dengan cara yang baik, hanya saja kaum lelaki memiliki derajat diatas kaum wanita.&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;i style=""&gt;Rasyid Ridho menegaskan, “ ini merupakan kaidah universal yang menyatakan bahwa kaum wanita sama dengan lelaki, yakni sama-sama memiliki hak, kecuali satu hal yaitu derajat kepemimpinan“.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mengenai pembagian warisan seorang perempuan yang lebih sedikit dibandingkan kaum lelaki, sebabnya adalah kaum lelaki dibebani mahar dan diwajibkan mencari nafkah, meskipun yang menjadi istrinya sudah kaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sementara persaksian seorang perempuan yang hanya dihitung setengah persaksian kaum lelaki, sebabnya adalh karena factor emosional lebih mendominasi wanita ketimbang akalnya. Terkadang seorang wanita mudah lupa atau lemah tubuhnya, sehingga perlu diingatkan orang lain. Demikian juga diberbagai masalah lain yang membuktikan bahwa Allah tidak melebihkan laki-laki daripada perempuan melainkan karena suatu hikmah dan kebaikan yang Allah inginkan, sebab Allah Maha Mengetahui kebutuhan para hamba-Nya dan apa yang terbaik buat kehidupan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;i style=""&gt;Allah berfirman ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i style=""&gt;“ apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui ( yang kamu lahirkan dan rahasiakan ); dan Dia Maha Halus dan Maha Mengetahui…..” ( Al Mulk 14)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Karena Allah menciptakan perbedaan-perbedaan antara kaum pria dan wanita yang pasti diketahui oleh siapapun. Oleh sebab itu, orang-orang yang menyerukan persamaan mutlak antara kedua jenis gender tersebut, semata – mata menyerukan sesuatu yang tidak ada landasan hukumnya, baik dari dasar fitrah maupun realitas yang dialami oleh umat manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Seorang Laki-Laki Harus Hidup Di Dua Alam Yang Berbeda;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Yang pertama&lt;/i&gt;, didunia ketika ia mencari rejeki yang mubah, berjihad serta bekerja mencari penghidupan dan membangun kehidupan itu sendiri di luar rumah. &lt;i style=""&gt;Yang kedua&lt;/i&gt;, di dunia ketika membutuhkan ketenangan, istirahat, dan ketentraman. Itu didapat didalam rumah. Dengan keluarnya wanita dari rumahnya, terjadilah kepincangan dalam kehidupan Interen seorang laki-laki, sehingga ia kehilangan rasa nyaman dan ketentraman, dan pada akhirnya merusak aktivitasnya di luar. Bahkan terkadang bisa menimbulkan berbagai konflik antara pasutri yang pada akhirnya menimbulkan kegoncangan dalam rumah tangga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kesimpulannya , “ laki-laki dan wanita tidak sama, mereka memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing….”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;EMANSIPASI SERUAN KEJI….SETUJU….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;AKU TUNGGU KOMENTAR SAHABAT-SAHABAT……&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ra_Desta, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-1184617139398053961?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/1184617139398053961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=1184617139398053961&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/1184617139398053961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/1184617139398053961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/02/emansipasi-seruan-keji.html' title='Emansipasi Seruan Keji'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-2993320516018621359</id><published>2008-02-09T16:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T16:22:26.092-08:00</updated><title type='text'>Management Marah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya karena Anda menyadari dengan baik –tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang membuat Anda merasa marah. Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia menghinakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang, orang kecil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri. Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;BISAKAH????? YAKINKAN DIRI, KITA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PASTI BISA , INGAT BEROBSESILAH UNTUK JDI ORANG YANG BISA MEMBESARKAN ORANG LAIN…..HEHE…SMANGAT.. OK… &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ra_Desta, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-2993320516018621359?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/2993320516018621359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=2993320516018621359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/2993320516018621359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/2993320516018621359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/02/management-marah.html' title='Management Marah'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-6769195492932914747</id><published>2008-01-28T02:47:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T02:48:35.102-08:00</updated><title type='text'>Ukhuwah oh Ukhuwah</title><content type='html'>Umar bin Khoththob radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan bahwa dia tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini kecuali karena TIGA HAL, YAITU :&lt;br /&gt;[1] keindahan berjihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;[2] repotnya berdiri Qiyamul Lail&lt;br /&gt;[3] indahnya bertemu dengan sahabat lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat UKHUWAH :&lt;br /&gt;[1] Ukhuwah adalah hadiah, kenikmatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;Dalam berukhuwah harus meluruskan ataupun membersihkan hati dari niat yang salah. Adapun usaha untuk menguatkan hati merupakan hal yang perlu dipelihara. Sedangkan yang mampu menguatkan hati adalah Allah semata. Maka dari itu, seorang hamba hendaknya meminta kepada Allah untuk dikuatkan ukhuwahnya terhadap saudara-saudaranya yang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Ukhuwah lahir dari buah keimanan seorang muslim&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Ukhuwah melahirkan kekuatan.&lt;br /&gt;“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”&lt;br /&gt;(Al-Qur’an Al-Karim Surah Al-Anfal [8] : ayat 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ukhuwah harus teruji.&lt;br /&gt;Seringkali ketika dalam kondisi senang, banyak para sahabat kita yang mendekat dan jumlahnya pun bertambah. Ini merupakan bunga-bunga ukhuwah. Akan tetapi, ketika kondisi sulit menimpa, bisa jadi hal ini dapat mengguncangkan ukhuwah kita. Jadi, saat inilah ukhuwah teruji. Dan tingkatan ukhuwah yang tertinggi adalah itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."&lt;br /&gt;(Al-Qur’an Al-Karim Surah Ali-Imran [3] : ayat 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Ukhuwah&lt;br /&gt;Ana Uhibbukum Fillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-6769195492932914747?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/6769195492932914747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=6769195492932914747&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6769195492932914747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6769195492932914747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/01/ukhuwah-oh-ukhuwah.html' title='Ukhuwah oh Ukhuwah'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-6107354601559885002</id><published>2008-01-28T02:43:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T02:47:53.412-08:00</updated><title type='text'>Amal Jama'i (1)</title><content type='html'>Beramal jama’i merupakan jihad yang telah disyari’atkan dan konsekuensi logis kebutuhan operasional. Landasan pensyariatannya telah ditetapkan berdasarkan nas-nas wahyu, kaidah-kaidah fikih, Atsar para ulama salaf, konsekuensi realitas kehidupan, sunnah pergulatan, dan sunnah kehidupan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak landasan wahyu yang menyerukan amal jama’i baik dalam Alquran maupun As sunnah dengan menggunakan Dhamir Jama’ (kata ganti plular) yang disertai dengan tekanan melakukan amal kebajikan dan membela kebenaran. diantara bentuk 5ungkapan seruan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seruan yang menunjukan kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT: ” Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan yang mengajak kepada kebaikan dan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung“[1]. Yakni segolongan yang melakukan amar makruf dan nahi mungkar, dan bukan segolongan ummat yang terpisah-pisah dan tercerai berai. Ibnu Jarir Atthabari berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kata ummat berarti segolongan yang berhimpun dalam satu agama, kemudian mengalami penyempitan makna, kata ummat berarti agama itu sendiri, sebagaimana firman Allah swt: ” Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kalian ummat yang satu“[2]. Yakni pemeluk agama satu[3]. Jadi ummat adalah sekelompok orang yang berhimpun dalam sebuah karakter, tujuan, dasar dan kaidah yang membatasinya. Rasyid Ridho berkata dalam tafsirnya Al Manar: ” Kata Ummat lebih khusus dari kata jamaah, ummat berarti golongan yang menghimpun individu-individu yang memiliki ikatan dan kesatuan, mereka tak ubahnya seperti anggota tubuh dalam tubuh yang satu“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf “Min” dalam kata ” Minkum” berfungsi menjelaskan jenis, maka amar makruf nahi munkar merupakan kewajiban setiap individu ummat tanpa kecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berjamaah mengundang rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: Dan jika Tuhanmu menghendaki niscaya Dia menjadikan menusia ummat yang satu akan tetapi mereka selalu berselisih. Kecuali orang yang dirahmati Tuhanmu, dan demikianlah Dia menciptakan mereka…”[4]. Qatadah berkata: “Rahmat Allah akan tercurah kepada mereka yang berjamaah, walaupun tubuh dan daerah mereka berpencar“[5]. Thawus dan Ibnu Abbas memberikan komentar tentang firman Allah: ” Dan karena itulah Dia (Allah) menciptakan mereka“. Yakni karena rahmat dan kasih sayang, Dia menciptakan mereka dan menjadikan berjamaah, demikian pula yang dikatakan Mujahid Ad Dhahaq dan Qatadah[6] dengan berargumentasi firman Allah: ” Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku“[7]. Imam Ali bin Abil ‘Iz Al Hanafi, pensyarah At Thahawiyah 5berkata: ” Demikianlah Allah mengecualikan para ahli rahmat dan kasih sayang Allah dari perpecahan“[8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berjamaah akan menjaga dari kesesatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah kalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian tatkala kalian bermusuh-musuhan maka Dia satukan hati-hati diantara kalian hingga jadilah kalian bersaudara dengan nikmat-Nya dan kalian berada ditepi jurang api neraka lalu Dia menyelamatkan kalian darinya, demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayat-Nya agar kalian mendapatkan petunjuk“[9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata dalam firman-Nya: ” Dan Janganlah kalian berpecah belah”, Dia memerintahkan berjamaah dan melarang berpecah belah… kemudian berkata: ayat ini mengandung jaminan pemeliharaan dari kesalahan saat mereka bersepakat dari kesalahan sebagaimana yang digambarkan dalam beberapa hadits yang beragam“[10]. Seperti yang dituturkan Al Hafidz Ibnu Abil ‘Ashim dalam kitabnya as Sunnah diantaranya hadist: ” Sesungguhnya Allah menjamin Ummatku bersepakat dalam kesesatan“[11]. Dalam riwayat Ibnu Mas’ud: ” Tetaplah kalian berjamaah, karena sesungguhnya Allah tidak akan menghimpun ummat Muhammad saw dalam kesesatan“[12] dan ini meruapakan karakteristik khusus ummat ini sebagai sebuah kehormatan, kemulyaan dan ketinggian derajatnya. Imam Syafi’i telah mengambil sebuah argumentasi dari firman Allah: ” Dan barang siapa yang menentang Rasul setelah jelasnya petunjuk dan mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman maka kami akan lemparkan apa yang dipalingkan dan Kami akan masukkannya ke dalam Jahannam dan seburuk-buruk tempat kembali“[13]. Bahwasanya Ijma’ adalah hujjah yang haram mengingkarinya dan menjadi nyata berpegang teguh dengannya. Dan tidak diragukan lagi, baik Ijma, Ijtima (berkumpul) dan jamaah memiliki sebuah keterikatan satu sama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berjamaah adalah warisan para rasul dan Nabi serta manhaj mereka dalam menyampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Dan tidaklah setiap nabi berjuang kecuali bersama segolongan yang banyak, maka tidaklah mereka gelisah terhadap apa yang menimpa mereka…” Ibnul Qoyyim berkata: ” Arribbiyun yakni Golongan dan kelompok dengan kesepakatan para mufassir. Dikatakan ia berasal dari kata Ar Ribah dengan dibaca kasrah yakni Jamaah. Al Jauhari berkata: ” Ar Ribbiyyu bentuk tunggal dari Ar Ribbiyyun mereka adalah beribu-ribu manusia“[14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Katakanlah inilah jalanku yang aku menyeru kepada Allah diatas bshirah aku dan orang-orang yang mengkutiku…” Ibnul Qoyyim berkata: ” al Farra’ berkata: ” Aku dan orang-orang yang mengikutiku yang menyeru kepada Allah sebagaimana yang aku seru“. Sebagaimana pula yang dikatakan Al Kalbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikianlah manhaj dan metode Rasulullah saw dalam membangun pondasi awal pemerintahan Islam, beliau menfokuskan pada pembinaan kelompok generasi yang akan memperkuat, membntu dan membela perjuangannya, berliau selalu menawarkan kepada khalayak menusia pada musim-musim haji seraya berkata: ” Adakah seseorang yang hendak membawaku kepada kaumnya untuk menyampaikan tugas Tuhanku, sebab kaum Quraisy telah mencegahku untuk menyampaikan tugas Tuhanku…”. Beliau tidak henti-hentinya menawarkannya hingga Allah mempertemukannya dengan sekelompok orang dari suku Aus dan Khazraj yang membawanya ke kota Madinah, memperjuangkan dengan segenap tenaga dan kemampuan demi membela dakwahnya. Mengikuti dan menteladani manhaj dakwah rasul hukumnya wajib sebagaimana dalam kewajiban syar’I yang lain: ” dan ikutilah dia agar kalian mendapatkan petunjuk“[15]. Diantara gambaran yang indah yang pernah tergores dalam manhaj para nabi keteladanan argumentasi nabi Harun kepada saudaranya nabi Musa: ” Aku khawatir engkau mengatakan engkau telah memecah belah bani Israel dan tidak mengindahkan perkataanku“[16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seruan bersatu dan tolong menolong dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa“[17]. Dan jamaah adalah bukti yang paling jelas berhimpunnya nilai-nilai kebaikan, tanda semburat sinar keimanan serta ungkapan yang paling tepat akan keunggulan dan keistimewaan ummat. Sebab, adakah sebuah kebaikan yang lebih harus kita saling tolong-menolong dibanding melaksanakan perintah dan syariat-Nya, merealisasikan kepemimpinan agama-Nya, agar hanya kalimat Allah yang berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mendatangkan pertolongan, kemenangan dan bantuan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Dan janganlah kalian berselisih, maka kalian akan gagal dan akan lenyap kekuatan kalian“[18].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman Allah yang lain: ” Jika kalian menolong Allah, maka Dia akan menolong kalian dan menetapkan telapak-telapak kaki kalian“[19]. Menolong Allah dengan mentaati-Nya, membenarkan firman-firman-Nya serta menjauhi larangan-larangan Nya. Dan diantara perintah-Nya adalah kewajiban bersatu dalam kalimat-Nya, berhimpun dalam jamaah dan komitmen terhadapnya, sebab bersatu adalah rahmat sedang cerai berai adalah azab, sebagaimana atsar marfu’ yang datang dari Ibnu Abbas, ia berkata: ” Tangan Allah bersama jamaah“[20].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dalam jamaah terdapat keselamatan dan indahnya akibat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Maka Kami selamatkan orang-orang yang mencegah dari keburukan dan Kami siksa orang-orang yang dhalim dengan siksaan yang hina karena kefasikan yang mereka lakukan“[21].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah atsar dikatakan: ” Barang siapa menghendaki taman-taman surga maka hendaklah tetap berjamaah“[22].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perintah komitmen berjamaah, ancaman berpecah belah dan akibat percerai beraian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukannya. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka“[23]. Dalam firman Allah yang lain: ” Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas“[24]. Ini adalah peringatan bagi ummat ini akan penyakit berpecah belah yang telah menimpa ummat sebelum kita yang disebabkan hawa nafsu keserakahan dan penyakit-penyakit syubhat yang menyesatkan setelah datangnya ilmu, petunjuk dan agama kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Predikat Keungggulan Ummat dan Saksi teladan atas sekalian manusia terkait erat dengan adanya jamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan ummat ini terkait dengan sebab-sebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: ” Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah“[25]. Menjadi saksi atas sekalian manusia merupakan kedudukan yang tinggi lagi mulia yang tidak akan datang hanya dengan lamunan dan khayalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dalam kitab shahihnya[26] bab: ” Dan demikianlah kami jadikanlah kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia“. Dan perintah Rasulullah saw: ” komitmen terhadap jamaah sebab merekalah pemilik ilmu” yang disandarkan kepada Abu Said Al Khudri berkata: Rasulullah saw bersabda: ” Kelak di hari kiamat Nabi Nuh dihadapkan lalu ditanya: Sudahkah engkau menyampaikannya ? maka beliau menjawab: ” Ya, wahai Tuhanku. Lalu ummatnya ditanya: ” Benarkah telah menyampaikan kepada kalian”, kemudian mereka menjawab: ” Tak seorangpun pemberi peringatan datang kepada kami”. Allah lalu bertanya kembali kepada Nabi Nuh: ” siapakah saksi-saksimu?”, Nabi Nuh menjawab: ” Muhammad dan Ummatnya, lalu kalian didatangkan dan memberikan persaksian”, kemudian Rasulullah membacakan ayat: ” Dan demikianlah kami jadikanlah kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia“. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: ” Para ulama Ushul menjadikan ayat diatas sebagai dasar kehujjahan Ijma’, sebab mereka mendapat legitimasi “wasathan” yakni orang-orang yang adil yang berarti jaminan pemeliharaan dari kesalahan terhadap apa yang telah mereka sepakati baik dalam perkataan maupun perbuatan“[27].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kewajiban loyalitas terhadap jamaah kaum mukminin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain, jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar“[28]. Yakni apabila sebagian diantara kalian tidak menjadi pelindung sebagian yang lain sebagaimana yang dilakukan orang-orang kafir, maka pastilah akan terjadi fitnah - yaitu kesyirikan- dan kehancuran karena mereka menang sedang kalian hina, mereka bersatu sedang kalian berpecah belah. Dan disinilah rahasia seruan Allah dalam firman-Nya: ” Dan bersabarlah kamu bersam-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya dipagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasaan kehidupan dunia ini…”[29].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sebagian Tanggung jawab dan amanah hanya akan terlaksana dengan jamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ilmu, proses tarbiyah (pendidikan), jihad melawan musuh dan berjuang menegakkan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah“[30].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: ” Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa bera, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah“[31].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan berjamah kemuliaan ummat akan terjaga, syiar-syiar suci akan murni dan kekuatan musuh akan tumbang. Dalil argumentasi diatas adalah isyarat kuat wajibnya berjamaah dan dorongan berpegang teguh diatasnya, ia hanyalah setetes dari samudera sumber argumentasi yang jauh lebih banyak jika dihitung dan bukti kuat yang jauh lebih terang dibanding sinar mentari di siang hari, dan cukuplah ia sebagai bukti dan hujjah keharusan kita berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ms_gagah dari www.al-ikhwan.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-6107354601559885002?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/6107354601559885002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=6107354601559885002&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6107354601559885002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6107354601559885002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/01/beramal-jamai-merupakan-jihad-yang.html' title='Amal Jama&apos;i (1)'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-6142881209943026036</id><published>2008-01-04T23:43:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T23:52:39.681-08:00</updated><title type='text'>Imam Abu Hanifah (80 H/699 M – 50 H/767 M)</title><content type='html'>&lt;span&gt;Namanya Nu’man bin Tsabit bin Zhuthi’ lahir tahun 80 H/699 M di Kufah, Irak, sebuah kota yang sudah terkenal sebagai pusat ilmu pada zamannya. Ayahnya seorang pedagang besar, sempat hidup bersama Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu. Abu Hanifah kadang menyertai ayahnya saat berdagang, tetapi minatnya untuk membaca dan menghafal Quran lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah mulai belajar dengan mendalam ilmu qiraat dan bahasa Arab. Bidang ilmu yang paling diminati ialah hadits dan fikih. Abu Hanifah berguru kepada asy-Sya’bi dan ulama lain di Kufah. Jumlah gurunya di Kufah dikatakan mencapai 93 orang. Beliau kemudian berhijrah ke Bashrah berguru kepada Hammad bin Abi Sulaiman, Qatadah, dan Syu’bah, saat itu sebagai Amir al-Mukminin fi Hadits (pemimpin umat dalam bidang hadits), beliau diizinkan mulai mengajarkan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mekah dan Madinah beliau berguru kepada ‘Atha’ bin Abi Rabah, Ikrimah, seorang tokoh di Mekah murid Abdullah ibn ‘Abbas, ‘Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah dan Abdullah ibn ‘Umar Radhiallahu ‘anhu. Kehandalan Abu hanifah dalam ilmu-ilmu hadits dan fikih dikenal Ikrimah sehingga disetujui menjadi guru penduduk Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu hanifah kemudian meneruskan pengajiannya di Madinah bersama Baqir dan Ja’afar as-Shaddiq. Kemudian belajar juga kepada Malik bin Anas, tokoh di Madinah ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat guru kesayangannya Hammad meninggal dunia di Bashrah pada tahun 120 H/738M, Abu Hanifah diminta menggantikannya sebagai guru dan tokoh agama di Basrah. Abu Hanifah juga berdagang. Beliau amat bijak dalam mengatur antara dua tanggung jawabnya ini, seperti dijelaskan oleh salah satu muridnya, al-Fudhail ibn ‘Iyyad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abu Hanifah seorang ahli hukum, terkenal dalam bidang fikih, kaya, suka bersedekah kepada yang memerlukannya, sangat sabar dalam pembelajaran baik malam atau siang hari, banyak berdiam diri, sedikit berbicara kecuali ditanya sesuatu masalah agama, pandai menunjuki manusia kepada kebenaran dan tidak mau menerima pemberian penguasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman pemerintahan Abbasiah, Khalifah al-Mansur memintanya menjadi qadhi (hakim) kerajaan, tetapi ditolak sehingga dipenjara. Abu Hanifah meninggal dunia pada bulan Rajab 150 H/767 M dalam penjara karena keracunan. Shalat jenazahnya dilangsungkan 6 kali, tiap kalinya terdiri tidak kurang dari 50.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ms_gagah86@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-6142881209943026036?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/6142881209943026036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=6142881209943026036&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6142881209943026036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/6142881209943026036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/01/imam-abu-hanifah-80-h699-m-50-h767-m.html' title='Imam Abu Hanifah (80 H/699 M – 50 H/767 M)'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-9059845455602714802</id><published>2008-01-02T23:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T00:06:59.305-08:00</updated><title type='text'>Semangat yang tidak pernah padam [termakan zaman]</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Semangat Yang Tidak Padam [termakan zaman]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahasiswa adalah dunia idealisme, dan dunia realisme adalah setelah tidak [lagi] mahasiswa”. Ungkapan yang sering kali terungkapkan oleh mereka, mantan aktivis mahasiswa yang telah lama malang melintang dalam dunia yang namanya pekerjaan, entah apapun itu. Ungkapan itu Tidak serta merta salah, malah banyak-benarnya. Menurut mereka yang telah masuk dalam “system”, menjadi dilema tersendiri. Mau idealis kok sendirian, mau diam makan ati. “Susah mas idealis, makanya adik-adik ini yang harus membuktikan, tetap bisa idealis” begitu kata mereka.&lt;br /&gt;Namun tidak untuk bapak satu ini, namanya bapak Haji Basyir, lekaki 70 an tahun, mantan aktifis 66, yang masih idealis sampai tulisan ini diturunkan. Beliau adalah aktifis mahasiswa UGM, pernah menjadi ketua majelis mahasiswa, mantan ketua student center dan beliau adalah mahasiswa filsafat angkatan pertama. Tidak ada pikiran bahwa bapak tiga anak ini adalah aktifis mahasiswa dulunya. Beliau memilih hidup jauh dari perkotaan, dan tingal di kaki pegunungan Menoreh, tepatnya di Bawah Gua Kiskendo Kulon Progo.&lt;br /&gt;Ikhwal pertemuan kami tidak disengaja. suatu saat kami dan rekan mengadakan dauroh di rumah beliau. Tidak ada kesan bahwa beliau mempunyai padangan yang luas melewati zamanya. Bahkan saat mobil beliau [maaf, tidak laik jalan] ditumbur sepeda motor, gara-gara parkir terlalu ketengah, dan dimintai keterangan oleh polisi. Beliau masih seperti penduduk desa lainya, bingung dan sedikit tidak menurut. Mungkin bekas aktifitasnya selama mahasiswa masih menempel padanya.[keyel, jawa-red]. Bahkan hal itu tidak mengundang pertanyaan kami.&lt;br /&gt;Identitas beliau terungkap setelah beliau diminta memberikan sambutan. Tidak beruntungnya, sambutan itu untuk melepas kepergian kami. Science without religion is blind, and religion without science is cripple (Albert Einstein) begitu awal beliau memualai ceeramhanya. Dan dilanjutkan ceramah pembangun jiwa [kalau boleh meminjam bahasanya kang abik]. Ajaib kami semua tertegun dengan keluasan pemikiranya tentang islam dan masa depan pemuada Indonesia. Beberapa rekan mulai berdecak kagum, “pemikirannya melewati zamanya” ujarnya. Bagaimana tidak, diatas gunung nan jauh dari pusat pemerintahan ada seorang filosof yang pemikiranya membakar semangat. Jangan-jangan beliau adalah Begawan yang sedang bertapa untuk mencari ilham. “Hari gini bertapa? Ga syar’I kali”, kalau khalwat [versi nabi] baru boleh, itupun tidak boleh terlalu lama. Karena banyak permasalaha ummat yang harus diselesaikan.&lt;br /&gt;Beliau juga menceramahkan tentang pandangan beliau terhadap pemuda islam masa kini yang menurut beliau harus bisa menguabh zaman. Beliau juga membandingkan demikrasi dengan system islam, dimana suara mayoritas adalah penentu kebijakan, dan system syuro dalam islam dalam kepemimpinan islam. Tentunya dengan menyitir Al Quran dengan lancar [as syuara :38]. Luar biasa, da tidak seperti biasa [orang kebanyakan].&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, bahkan sewaktu akhir acara, kami menyalami beliau dan barulah beliau mengungkapkan latar belakang aktifitas kemahasiswaanya dahulu. Bahkan sewaktu kami tanyakan kepada rekan, “coba kamu datang pada awal acara, [kebetulan kami datang terlambat] beliau membedah pemikiranya Jeffrey lang”. subhanallah tidak habis-habisnya kekaguman kami. Ya Allah berilah kekuatan untuk kami agar, konsisten, dan amanah menjalani roda kehidupan ini, amaien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aziz Umroni&lt;br /&gt;Mantan Menko Internal BEM KM UGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ip : 10.23.1.151&lt;br /&gt;netmask : 255.255.0.0&lt;br /&gt;gateway : 10.23.1.254&lt;br /&gt;DNS server : 172.16.30.7&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-9059845455602714802?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/9059845455602714802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=9059845455602714802&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/9059845455602714802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/9059845455602714802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2008/01/semangat-yang-tidak-pernah-padam.html' title='Semangat yang tidak pernah padam [termakan zaman]'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-7791990895040711169</id><published>2007-12-31T19:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-31T19:51:33.028-08:00</updated><title type='text'>KETIKA MAS GAGAH PERGI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: blue;"&gt;KETIKA MAS GAGAH PERGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja.ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.&lt;br /&gt;"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"&lt;br /&gt;"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?!"&lt;br /&gt;"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"&lt;br /&gt;Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?&lt;br /&gt;"Mas belum minat tuh! &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran., banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he."Kata Mas Gagah pura-pura serius.&lt;br /&gt;Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!&lt;br /&gt;Itulah Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana.&lt;br /&gt;"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamu'alaikum!"seruku.&lt;br /&gt;Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.&lt;br /&gt;"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.&lt;br /&gt;"Matiin kasetnya!"kataku sewot.&lt;br /&gt;"Lho memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab., masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.&lt;br /&gt;"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"&lt;br /&gt;"Bodo!"&lt;br /&gt;"Lho, kamar ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. "Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung. Jadinya ya dipasang di kamar."&lt;br /&gt;"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru.,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"&lt;br /&gt;"Mas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; pasang kasetnya pelan-pelan."&lt;br /&gt;"Pokoknya kedengaran!"&lt;br /&gt;"Ya, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"&lt;br /&gt;"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran.&lt;br /&gt;Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"&lt;br /&gt;"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok!" begitu kata Mas Gagah.&lt;br /&gt;Oala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim. Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh sekarang pakai panggil adik manis segala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya.&lt;br /&gt;"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"&lt;br /&gt;"Lain gimana Ma?"&lt;br /&gt;"Ya nggak semodis dulu. Nggak dendy lagi. Biasanya kamu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu."&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami. "Untung aja masih lebih ganteng."&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"&lt;br /&gt;"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"&lt;br /&gt;"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"&lt;br /&gt;Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu., sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"&lt;br /&gt;Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum.&lt;br /&gt;"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali.," kataku.&lt;br /&gt;"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"&lt;br /&gt;Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius malah. Umurnya baru dua puluh satu tahun tetapi sudah tingkat empat di FT-UI. Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya.yaaa akhir-akhir ini dia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau kemana Gita?"&lt;br /&gt;"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."&lt;br /&gt;"Ikut Mas aja yuk!"&lt;br /&gt;"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya aku ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki.&lt;br /&gt;Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku., persis kelakuannya Mas Gagah.&lt;br /&gt;"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome.&lt;br /&gt;Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."&lt;br /&gt;Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab. yaa begitu deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikhwan?' ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.&lt;br /&gt;"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah.&lt;br /&gt;"Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. Insya Allah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang-orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."&lt;br /&gt;Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita.mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba.&lt;br /&gt;"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah." kataku jujur. "Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.&lt;br /&gt;"Mbak Ana?"&lt;br /&gt;"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.&lt;br /&gt;"Hidayah."&lt;br /&gt;"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh Mas Gagah!" tegurku ramah.&lt;br /&gt;'Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas?"tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Bosnia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma lagi baca!"&lt;br /&gt;"Buku apa?"&lt;br /&gt;"Tumben kamu pingin tahu?"&lt;br /&gt;"Tunjukkin dong, Mas.buku apa sih?"desakku.&lt;br /&gt;"Eiit.eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya.&lt;br /&gt;Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.&lt;br /&gt;"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku "Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaas."&lt;br /&gt;"Apa Dik Manis?"&lt;br /&gt;"Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;"Memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;"Gita akhwat atau bukan? Ayo jawab." tanyaku manja.&lt;br /&gt;Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertamakalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.&lt;br /&gt;Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kok nangis?"&lt;br /&gt;"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan dan tidur beratap langit."&lt;br /&gt;Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.&lt;br /&gt;"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya.&lt;br /&gt;"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"&lt;br /&gt;"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah. Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan Papa juga ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa nggak bosan, Pa.tiap Minggu rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku.&lt;br /&gt;Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. Harus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek.&lt;br /&gt;Aku nyengir kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan.&lt;br /&gt;"Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta Mas Gagah suatu ketika.&lt;br /&gt;"Lho, rambut Gita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng.&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku.&lt;br /&gt;Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho! " Mas Gagah bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; Mas Gagah-ku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tampil tenang. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa, sebagai identitas Muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam itu sendiri, " kata Mas Gagah.&lt;br /&gt;Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku.&lt;br /&gt;Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah belum pulang. "&lt;br /&gt;kata Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;st1:state st="on"&gt;Kan&lt;/st1:State&gt; diundang ceramah di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Katanya langsung berangkat dari kampus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa.&lt;br /&gt;Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lepas Isya' Mas Gagah belum pulang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin dalam perjalanan. &lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; lumayan jauh.." hibur Mama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Pa.&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiiinggg!" telpon berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt; apa, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Pa.&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;" Tanya Mama cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gagah.kecelakaan.Rumah Sakit Islam." suara Papa lemah.&lt;br /&gt;"Mas Gagaaaaahhhh!!!" Air mataku tumpah. Tubuhku lemas.&lt;br /&gt;Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis.&lt;br /&gt;Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.&lt;br /&gt;Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."&lt;br /&gt;Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suster, Mas Gagah akan hidup terus &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;, suster? Dokter? Ma?" tanyaku. "Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?" Air mataku terus mengalir.&lt;br /&gt;Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak.&lt;br /&gt;"Mas Gagah, sembuh ya, Mas.Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis. Mas..Gagah." bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah.Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah.umat juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, Mama dan Gi.."&lt;br /&gt;"Gita." suaraku serak menahan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya.lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas.ini Gita Mas.." sapaku berbisik.&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu.&lt;br /&gt;Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya."&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dzikir.Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang.&lt;br /&gt;"Gi..ta."&lt;br /&gt;Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.&lt;br /&gt;"Gita di sini, Mas."&lt;br /&gt;Perlahan kelopak matanya terbuka.&lt;br /&gt;"Aku tersenyum."Gita.udah pakai.jilbab." kutahan isakku.&lt;br /&gt;Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdallah.&lt;br /&gt;"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas." ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah.sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak.Mas," kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa.ilaaha.illa..llah.Muham.mad Ra..sul .Allah. suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog:&lt;br /&gt;Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi, Semoga memperoleh umur yang berkah,&lt;br /&gt;Dan jadilah muslimah sejati&lt;br /&gt;Agar Allah selalu besertamu.&lt;br /&gt;Sun sayang,&lt;br /&gt;Mas Ikhwan, eh Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku. Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris.&lt;br /&gt;Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Illahi yang selamanya tiada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; kudengar lagi. Hanya wajah para mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema di ruangan ini.&lt;br /&gt;Setitik air mataku jatuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;"Ya, insya Allah akhwat!"&lt;br /&gt;"Yang bener?"&lt;br /&gt;"Iya, dik manis!"&lt;br /&gt;"Kalau ikhwan itu harus ada janggutnya, ya?!"&lt;br /&gt;"Kok nanya gitu sih?"&lt;br /&gt;"Lha, Mas Gagah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; ada janggutnya?"&lt;br /&gt;"Ganteng &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?"&lt;br /&gt;"Uuuuu! Eh, Mas, kita kudu jihad ya?" Jihad itu apa sih?"&lt;br /&gt;"Ya always dong, jihad itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes, dua tetes air mataku kian menganak sungai. Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan. Selamat jalan Mas Ikhwan!Selamat jalan Mas Gagah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-7791990895040711169?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/7791990895040711169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=7791990895040711169&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7791990895040711169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7791990895040711169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2007/12/ketika-mas-gagah-pergi.html' title='KETIKA MAS GAGAH PERGI'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729447054262637856.post-7801691827260692830</id><published>2007-12-28T23:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-28T23:40:36.319-08:00</updated><title type='text'>STNK (sok tau neng kleru)</title><content type='html'>&lt;table id="AutoNumber1" style="border-width: 0px; border-collapse: collapse;color:#111111;" border="1" border cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: medium none ;" width="94%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-family:Garamond;color:#008000;"  &gt;7 Ciri 'Sok Tahu' &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: medium none ;" colspan="2" width="100%"&gt;&lt;span style="font-size: 6pt;"&gt; &lt;img src="../Wvline.GIF" border="0" height="6" width="550" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 100%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;br /&gt;'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa  sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang  yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa  kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri  'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat  al-'Alaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Enggan Membaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disuruh malaikat  Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu  malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk  optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum  berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori.  Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah  pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak  kita ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis  dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain  baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja."  Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang  tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain  belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus."  Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Enggan  Menulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam  mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan  mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang  isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia.  Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah,  ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan  mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh  untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu  jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita  perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita  gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian,  misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Membanggakan  Keluasan Pengetahuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya  dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar,  banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia  peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa  luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal,  terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ia  suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya  sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan  tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang  tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab  sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau  berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan  kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak  Sepaham&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan  dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat,  meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang  orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil  tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa  pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang  lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri  kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm  [53]: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil  sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan  kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman  mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan,  "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan  terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau  hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah.  Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Menutup Telinga  dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sok tahu  tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki  forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk  mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut,  melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang  pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan  dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat  golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara  dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban  kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak  salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia  menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim  yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa  memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam  begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang  ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras  engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla  bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil  yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Suka Berdebat  Kusir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu  berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik  pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya  sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun  mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan  pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan  perdebatan, bukan mencari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa ciri orang  yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali  ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan  memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Aamien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisha Chuang&lt;br /&gt;ac4x3@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;sumber :  eramuslim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729447054262637856-7801691827260692830?l=sevenmaliki.purworejo.asia' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/feeds/7801691827260692830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729447054262637856&amp;postID=7801691827260692830&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7801691827260692830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729447054262637856/posts/default/7801691827260692830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sevenmaliki.purworejo.asia/2007/12/stnk-sok-tau-neng-kleru.html' title='STNK (sok tau neng kleru)'/><author><name>sevenmaliki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12051713320194392903</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_j0108oqesCo/SvOa2z2o3ZI/AAAAAAAAACs/uPm-RuoW0G0/S220/wrong+one.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
